Terlepas dari anggapan umum, drama Kejadian 6:1-4 bukan cerita pelengkap era purbakala ataupun sekadar kisah terselip di halaman-halaman pertama Perjanjian Lama. Sebaliknya, trailer generasi anomali merupakan latarbelakang sejarah untuk memahami mengapa kisah keberadaan umat Israel berdarah-darah.
Terbilang sukses, mengapa tidak? Gerombolan pemberontak anak-anak Allah dalam Kejadian 6 berhasil meniru YHWH untuk menghasilkan keturunan serupa dengan mereka! Usaha mengopi YHWH untuk menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-NYA (Kejadian 1:26,27) menghasilkan generasi hibrid.
Alkitab tutup mulut, tidak ada penjelasan, bagaimana bentuk intervensi dari dimensi lain dalam proses terwujudnya generasi sungsang. Namun demikian, ini meninggalkan suatu ide, gagasan mistik, mystical idea, bahwa makhluk roh dapat juga menghasilkan generasi berujud fisik!
Pada waktu itu orang-orang raksasa [Nephilim] ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. (Kejadian 6:4)
Apakah frasa nephilim ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, menyampaikan pesan terinkripsi akan keberlangsungan orang-orang raksasa baik sebelum maupun sesuadah air bah di bumi? Itulah mereka yang gagah perkasa dan kenamaan di era purbakala.
Tunggu dulu!
Bukankah anak-anak Allah yang memberontak dalam Kejadian pasal 6 semua sudah di rantai di tartarus (2 petrus 2:4, Yudas 1:6), lalu bagaimana menjelaskan keberadaan Nephilim setelah air bah? Bukankah mereka semua yang menyimpang sudah ditawan di gua-gua gelap nan dalam agar tidak lagi macam-macam?
Bagaimanakah daku dan dikau dapat mengerti keberadaan Nephilim sesudah air bah?
Teka-teki ini sudah sejak baheula!
Mungkinkah salah satu dari mereka yang ada di bahtera berasal dari garis keturunan Nephilim?
Mengingat seluruh masyarakat di peradaban antediluvian berbuat jahat (Kejadian 6: 5), semua lapisan sosial budaya telah terkontaminasi keturunan anomali. Namun, Kejadian 6: 9 dengan tegas memisahkan Nuh dengan orang-orang sezamannya. Dengan demikian, alternatif ini, kelihatannya, harus disingkirkan.
Apakah mungkin bencana banjir terjadi hanya terbatas, tidak global?
Dengan begitu, kemungkinan masih ada tersisa dari keturunan raksasa itu di suatu tempat yang terhindar dari air bah. Kemudian yang tersisa ini kembali berkembang biak. Begitukah?
Bencana banjir itu bersifat regional ataukah global menjadi perdebatan tak habis-habisnya di antara para pakar. Masing-masing punya argumen yang cukup logis. Lalu, apakah ada alternatif lain sehingga daku dan dikau, yang awam ini, tidak harus ikut di arus pemikiran kaum cerdik pandai yang tak ada ujungnya?
Ada!
Para pakar fokus kepada tata bahasa Iberani dalam penggunaan kata ketika dalam frasa ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka, di Kejadian 6:4. Kata ketika (when) dapat juga diterjemahkan whenever (kapan pun)! Dalam kata kapan pun tersirat kemungkinan pengulangan suatu peristiwa.
Dengan demikian, gagasan mistik tersebut mengisyaratkan makhluk supernatural lainnya -bukan anak-anak Allah di Kejadian 6:1-4- menjadi bapaknya generasi Nephilim berikutnya sesudah banjir besar. Dengan kata lain, tidak ada satupun generasi Nephilim bertahan melewati air bah. Kehadiran generasi raksasa sesudah bencana besar terjadi dengan cara yang sama tatkala anak-anak Allah mbalelo. Dengan pendekatan ini, dilemma ruwet bagaimana generasi Nephilim mampu bertahan setelah air bah telah dapat diurai! (Unseen Realm, Michael S Heiser)
Sebagaimana bapaknya yang menentang YHWH, demikian jugalah anak-anak keturunan makhluk supernatural yang mbalelo ini terhadap YHWH dan anak-anak-NYA!
Sebelum air bah, tujuannya hanya satu mempengaruhi semua umat manusia agar membelakangi YHWH. Usaha ini hampir berhasil! Bukankah hanya tinggal menyisakan keluarga nabi Nuh? Sesudah air bah, fokusnya tidak berubah, melenyapkan atau paling tidak membujuk bangsa pilihan untuk menyangkal YHWH.
Lalu, bagaimana dengan dewasa ini? Inikah yang dimaksudkan rasul Paulus bahwa lawan kita bukan darah dan daging (Efesus 6:11,12)? Lalu siapa dan dari manakah pula asal usul yang bukan darah dan daging itu? Adakah hubungannya dengan keturunan generasi hibrid?(nsm).
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM |
