446. The True Myth

Viewed : 234 views

Penyeberangan makhluk dari dimensi yang berbeda bukanlah hal yang langka, apalagi tabu, di sepanjang narasi Alkitab. Perjalan antar alam menjadi latarbelakang kisah-kisah unik. Perubahan dari makhluk tak kasat mata menjadi insan yang terlihat nyata, dramanya pun tersebar yang Adinda dapat baca.

Drama dalam kitab Kejadian 6:1-4 sejatinya bukanlah sepenggal kisah pelengkap, namun trailer utama layaknya sekelas drama di Taman Eden. Bagi masyarakat purba, kisah tiba-tiba makhluk dari lain dimensi menjelma di depan mata bukanlah suatu isu yang sulit diterima. Berbeda dengan Adinda yang hidup di zaman modern, kisah-kisah semacam ini bisa jadi dianggap sebatas mitos belaka karena belum mampu diurai secara logika.

Namun, baik penulis PL maupun PB tidak berlebihan atau melebih-lebihkan, penjelmaan makhluk dari alam lain adalah kisah nyata yang dialami dan dituliskan apa adanya. Jika Adinda membaca dengan seksama, maka akan tampak jelas bahwa apa yang disampaikan memang benar-benar peristiwa yang ada.

Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, (Kejadian 18:1,2)

Dari drama pemunculan 3 sosok makhluk sorgawi di depan bapa Abraham terkesan kuat perjumpaan itu dalam wujud fisik. Mereka menyantap hidangan yang disajikan (Kejadian 18:8). Tampaklah bahwa Abraham mengenal, atau paling tidak, mereka bukanlah orang asing.

Cerita masih berlanjut. YHWH dalam wujud fisik berdiskusi serius dengan Abraham. Disampaikan bahwa dia akan memiliki keturunan dari Sara di tahun yang akan datang dan hati-NYA gundah gulana akan kehidupan masyarakat kota Sodom-Gemorah yang telah melampaui batas.

Lalu dua di antara tamu-tamu itu berangkat menuju ke Sodom, tetapi TUHAN masih tinggal dengan Abraham. (Kejadian 18:22 BIS)

Ke dua tamu tersebut ternyata adalah malaikat (Kejadian 19:1) yang tampak dalam wujud fisik manusia. Dalam wujud fisik ini diperkuat dengan fakta bahwa ke dua malaikat menarik Lot dengan keras untuk menyelamatkannya dari kegilaan gerombolan penduduk kota Sodom. Adegan penyelamatan ini tidaklah mungkin terjadi jika malaikat itu tidak dalam wujud fisik sebenarnya!

Adegan gulat antara Yakub dengan seorang laki-laki merupakan kisah klasik lainnya. Ini drama perjumpaan makhluk dari dimensi yang tidak sama (Kejadian 32:24). Menariknya, laki-laki ini disebut sebagai sosok elohim (Bahasa Iberani, ayat 30, biblehub-com). Kitab Hosea (12:3-4) melukiskan tokoh ini sebagai elohim sekaligus mal’ak (malaikat). Ini pertarungan fisik yang akhirnya meninggalkan Yakub dengan cidera pangkal paha (Kejadian 32:31-32).

Peristiwa makhluk dari dimensi sana datang ke bumi, bergaul, bercakap-cakap sambil menyantap, bahkan bergulat sampai-sampai meninggalkan lawan cidera secara fisk merupakan kisah lazim ditemua di PL. Harus diakui, ilmu pengetahuan hingga kini masih belum dapat menjelaskan duduk perkaranya sehingga drama-drama semacam itu dianggap bak mimpi belaka.

Apakah begitu? Mungkin karena setiap peristiwa yang tidak dapat diterima akal dianggap sekadar mitos. Ataukah itu baru dalam taraf bahan baku cerita science fiction? Fiksi ilmiah yang kemungkinan beribu-ribu masa ke depan baru dapat dijelaskan. Bukankah beberapa kisah science fictions yang dulu masih dianggap mimpi sekarang menjadi kisah nyata sehari-hari?

Bagaimana dengan kejadian-kejadian yang sulit dijelaskan secara logika lainnya di PB? Ataukah semua perkara yang belum dapat dijelaskan dapat dikatagorikan sebagai mukjizat? Insiden yang di luar logika, yang belum dapat diurai secara ilmiah.

Kalaupun Adinda menyebut peristiwa-peristiwa lintas dimensi itu sebagai mitos, yang pasti yang ditulis dalam Alkitab dapat dianggap sebagai mitos yang benar-benar nyata terjadi, the true myth! Walaupun demikian, pilihan tetaplah di tangan Puan dan Tuan. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments