Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Banyak orang tidak bisa menerima dari apa yang dikatakan dalam firman Tuhan, Allah menjadi manusia di dalam Kristus.
Bagi orang yang tidak percaya, selain hal ini tidak bisa dan tidak mungkin, maka hal ini dianggap merendahkan martabat Allah dengan berkata, “Bagaimana mungkin Allah Yang Maha Mulia menjadi manusia yang hina?” Begitu kata mereka.
Namun bagi kita yang percaya meyakini bahwa apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah. Pemahaman kita Allah menjadi manusia merupakan tindakan kasih Allah yang memang sulit dipahami dan dicerna oleh pikiran kita yang sangat terbatas.
Kalau kita bertemu dengan orang yang hebat yang mau merendahkan hatinya; seolah-olah dia tidak punya apa-apa, tentulah kita yang berpikir waras tidak merendahkannya. Malah sebaliknya kita merasa hormat dan mengacungkan jempol: đ sebagai penghormatan.
Dengan datangnya Allah ke dunia ini sebagai manusia, semestinyalah kita bersyukur dan menghormati Dia. Acungan jempol sebesar apapun tidak cukup!
Meski kita hidup berbeda jaman dengan kehidupan Yesus sebagai manusia sehingga tidak melihat-Nya, namun kita yakin dan percaya akan hal itu.
Karena yang hendak diselamatkan adalah manusia, maka Allah datang sebagai manusia sebagai Penebus. Berkat besar bagi kita akan kedatangan-Nya adalah kita berubah dari manusia lama menjadi manusia baru ketika kita percaya dan menerima Dia di dalam hati.. Tuhan Yesus lahir di hati kita. Kita lahir baru.
2 Korintus 5:17
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Kelahiran dan karya Yesus dalam keselamatan kita adalah inti Injil yang sesungguhnya. Sebab itu percayalah kepada Tuhan Yesus, dan buka hati… terimalah Dia.
Bagi kita yang telah percaya dan telah menerima Yesus, mari kita syukuri itu! Bertumbuhlah dalam proses pengenalan akan Kristus. Dengan demikianlah kita memuliakan Allah, yaitu jika kita menjadi anak-anak-Nya yang semakin serupa dengan Dia.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




