2 Korintus 4:5
Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
Foto diri sering menjadi sangat berarti. Oleh karena itu bila kepada seseorang diberikan sebuah foto, dimana dalam foto itu ada dirinya, maka biasanya yang pertama dia lihat adalah dirinya sendiri.
Hal itu tentu lumrah dan itulah sifat alamiah seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa manusia senang diperhatikan, senang dinomor-satukan dan senang jika diangap penting serta senang jika menjadi fokus perhatian.
Sadarkah kita bahwa manusia dengan segala keberadaannya menjadi fokus perhatian Allah?
Allah ingin manusia bertobat dan jangan sampai terlewatkan dari kasih karunia Allah. Itulah sebabnya mengapa Dia datang dalam Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita yang berdosa.
Firman Tuhan dengan jelas menyatakan betapa berbahagianya kelak kehidupan orang-orang yang telah percaya dan menerima Yesus. Untuk itu, Allah ingin bekerja sama dengan setiap orang yang telah menerima-Nya untuk dipercayakan menyampaikan kabar baik.
Oleh karena itu seruan bagi setiap orang percaya adalah: ”Sudahkah kita menanggapi sepenuhnya rencana Allah itu?”
Orang-orang yang telah percaya dan telah menerima Yesus, diterima dalam satu keluarga besar yang disebut sebagai imamat rajani kepunyaan Allah (1 Petrus 2:9).
Oleh kemurahan Allah kita telah diberi hak penuh menjadi anak-anak Allah. Bahkan kita dikatakan sebagai bangsa terpilih yang dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Betapa berharganya dan betapa tingginya kita yang telah diangkat Tuhan.
Kita diangkat bukan karena usaha dan kebaikan kita, tetapi semata-mata karena kasih karunia. Marilah kita sambut hal ini. Dan kita diingatkan sebagai hamba-Nya untuk mewartakan berita keselamatan tersebut, agar semakin banyak orang datang kepada Yesus untuk menerima apa yang telah kita terima yaitu: KESELAMATAN.
Selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Andrey Zaychuk on Unsplash




