Menjadi Manusia yang Tahan Uji

Viewed : 672 views

Kolose 2:7
Hendaklah kamu berakar didalam Dia dan dibangun diatas Dia, Hendaklah kamu bertambah teguh dalam Iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Dalam keseharian hidup ini, tantangan yang keras dan menantang dapat membuat manusia menjadi keras hati ataupun melembut. Kesulitan hidup dapat membuat manusia berputus asa ataupun justru semakin bertekun dan berusaha lebih baik.

Cobaan dan ujian hidup dapat membuat manusia menjauh ataupun malah mendekat dan berserah kepada Tuhan. Hal ini bergantung kepada beberapa hal, antara lain sejauh mana dia dapat mengambil makna dan pelajaran dari setiap peristiwa dalam hidupnya. Juga sungguh penting pengaruh dari orang-orang yang berada di sekitarnya.

Apabila di sekitar kita ada banyak orang yang cepat putus asa, kitapun dapat terpengaruh menjadi orang yang cepat menyerah dan tidak dapat bertahan dalam situasi yang tidak menguntungkan. Tetapi bila orang-orang di sekitar kita tetap semangat dan antusias walau situasi kurang baik, kitapun dapat terpacu dan belajar dari sikap hidup mereka.

Pengaruh positif yang tak ternilai akan menolong kita untuk tetap dapat bertahan di tengah-tengah kesulitan dan beratnya beban hidup.

Keyakinan kita akan pertolongan Tuhan yang senantiasa tepat pada waktunya dapat menjadi senjata ampuh dalam menghadapi takanan hidup.

Karena itu dekatlah dengan Tuhan dan senantiasa berharap kepada-Nya. Dekat dengan Tuhan membuat kita dapat memetik pelajaran dari setiap kondisi hidup. Keadaan sulit dapat menempa kita menjadi manusia yang tahan uji.

Jika keyakinan akan kebaikan Tuhan tidak bertumbuh, keadaan yang biasa-biasa sajapun dapat menenggelamkan harapan kita… dapat menjadikan kita berpikir negatif dan bersungut-sungut serta tak dapat menikmati hidup apa adanya.

Marilah kita semakin berakar didalam Dia dan dibangun diatas Dia. Kiranya kita bertambah teguh dalam Iman sesuai dengan apa yang telah diajarkan.
Semoga!

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.
Selamat bekerja.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Freepik

Comments

comments