371. Trouble in Paradise

Viewed : 383 views

Trailer di Taman Sorga mengarahkan pembaca ke kesan kuat adanya kehidupan yang tidak kasat mata, keberadaan makhluk metafisika. Ternyata ada korelasi antara dunia sini dengan yang di sana. Sejak semula dimensi sorga dan bumi itu saling kait mengkait tidak terlepaskan sepanjang masa.

Di samping Sang ADA, sebelum manusia tercipta, sudah ada makhluk lain yang mengelilingi singgasana Sang Raja. Berbeda dengan manusia, Alkitab tidak terlalu semangat menyampaikan kabar bagaimana proses mereka tercipta. Mungkinkah keinginantahuan itu tidak terlalu berguna ataukah akan lebih banyak mendatangkan mudarat dari pada mafaatnya?

Entah bagaimana awalnya, sebelum ada alam semesta, DIA telah ditemani makhluk-makhluk sorga, kreatur dari dunia yang tak kasat mata. Mereka dijuluki dengan bintang fajar dan anak Allah (Ayub 38:7). Lain kali mereka juga disebut sebagai tentara sorga (1 Raja-Raja 22:19).

Kalau pun dapat disederhanakan, secara sepintas, dalam narasi kitab Perjanjian Lama mereka semua disebut singkat sebagai anak-anak Allah. Sedangkan dalam konteks di era Perjanjian Baru istilah tersebut lebih umum ditemui sebagai malaikat saja, bahkan daku dan dikau pun disebut kelak akan menjadi seperti malaikat (Lukas 20:36).

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,… Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, (Kejadian 1:26, 27)

Kalimat ajakan sepenggal di atas yang ditujukan kepada bala tentara sorga yang ada di kiri kanan-NYA atau anak-anak Allah yang menghadiri sidang ilahi, siapa sangka telah menjadi sumber konflik sepanjang era. Asal mula keruwetan hidup memasuki peradaban manusia.

Jika Kejadian pasal 1 ayat 26 dan 27 dibaca dalam satu rangkaian kait mengkait, niscaya dikau akan sampai kepada pendapat bahwa DIA tengah mengutarakan gagasan-NYA. Rancangan orisinil yang ada dalam hati-NYA tengah dipaparkan di dalam suatu pertemuan dengan keluarga-NYA.

Sepertinya DIA tidak meminta pertimbangan atau pun menunggu usulan dan komentar dari hadirin, namun hanya sekadar menyampaikan rancangan. Niat untuk menciptakan anak-anak Allah di dunia kasat mata, manusia, sebagai anggota keluarga-NYA di dunia nyata.

Kelak anggota yang baru ini akan menghadirkan Kerajaan-NYA di seantero benua, dan itu dimulai dari Taman Sorga. Bersama-sama dengan anggota keluarga-NYA dari dunia sana menghadirkan alam sorga di lingkungan atmosfir dunia. Itulah kerinduan DIA sejak semula, di bumi seperti di sorga (Matius 6:10).

Ditengarai, ajakan untuk menyongsong kehendak Sang Pencipta untuk menghadirkan anak-anak-NYA di bumi, tidak diterima dengan seia sekata oleh makhluk yang telah terlebih dahulu ada. Gagasan memperluas anggota keluarga-NYA dengan mengikut sertakan manusia mendapat perlawanan.

Dapat diduga, keputusan DIA untuk mencipta makhluk hidup seturut gambar dan rupa-NYA menyebabkan ada anggota keluarga yang tidak happy. Entah kecewa karena makhluk itu kelihatannya akan lebih istimewa ataukah iri yang pelan-pelan menguasai salah satu anggota keluarga? Yang jelas, satu pribadi anggota keluarga dari dunia sana menjadi begitu dengki dengan kehadiran manusia.

Memang tidak dapat diketahui secara pasti, bagaimana proses kericuhan di sorga dimulai. Yang pasti, trouble in paradise bermula atau pun lebih tepatnya terkuak kala gambar dan rupa-NYA, manusia, hadir di Taman Sorga.

Salah satu dari anggota sidang ilahi yang tidak happy, seperti biasa di pagi hari, mendekati Hawa untuk diajak berdiskusi. Obrolan licik yang dibungkus rayuan untuk menjerat sang korban. Hawa polos tak ada pikiran bahwa dia dijadikan sasaran dengan santai merespon percakapan.

Kemungkinan dia berpenampilan menarik bercahaya. Ataukah terlihat berkilau-kilau dari pancaran sisik yang memenuhi kulit bak berliuk-liuk seperti ular? Yang mana pun, inilah awal malapeta yang terjadi di Taman Sorga.

Trouble in paradise, peristiwa yang akan mempengaruhi hidup Adinda dan seterusnya dari generasi ke generasi. Apakah trailer di Taman Sorga satu-satunya penyebab berantakannya hidup ini?

Ternyata naahi naahi naahi! Masih ada trailer lain lagi, yang adegannya nekad sekali. Kalau dengki telah menguasai hati, tindakan tidak lagi terkendali. Bagi yang sudah benci, diberi madu pun serasa brotowali! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments