Di sebelah timur Eden, terhamparlah sebuah taman purba. Sebuah sungai tunggal mengalir di sana, lalu membelah menjadi empat cabang utama (Kejadian 2:10). Sungai-air sebagai perlambang kesuburan dan kehidupan mengalir deras ke empat penjuru mata angin. Membawa sari pati ‘sorga di bumi’ ke seluruh hamparan negeri. Dalam lidah Ibrani, kata ‘Eden’ berbisik tentang satu makna: kesenangan….
Tag: Adam dan Hawa
510. Mempelai Purba
“Napas Eden adalah janji setia, loyalitas sukma, sebuah ikatan pertunangan suci yang merindukan kepulangan setiap jiwa kembali ke pelukan-NYA.” Entahlah, agaknya telah menjadi suratan yang terpahat dalam setiap eksistensi; bahwa pada setiap pribadi, senantiasa melekat kerinduan purba untuk dikenal dan mengenal, untuk dicintai dan mencintai. Lumrah kalau dikatakan: ”Tak kenal maka tak sayang.” Jalinan ‘kenal-cinta’…
509. Undangan Agung
“Adinda bukan sekadar makhluk yang tercipta, melainkan insan yang dirindukan hadir untuk larut kedalam sedapnya madu koinonia Sang BAPA-ANAK.” Tiada yang tahu; misteri ini akan selamanya terkunci, menjadi satu rahasia purba yang tersembunyi abadi di kedalaman diri Sang ILAHI! Andai DIA tidak melabuhkan seuntai isyarat, niscaya maksud keberadaanku hanyalah tanda tanya pekat yang terus menghimpit…
507. Melting Point
Meski Eden hilang dari pandangan, gema cinta-NYA tetap berdenyut dalam sejarah. Markas Sidang Ilahi di bumi telah dijarah. Proyek perluasan Taman Eden ke segala arah terhentilah sudah. Namun hati-NYA tidak berubah. Dengan tangan terbuka DIA mengundang peradaban untuk kembali pulang ke rumah. Diperkirakan alam semesta lahir sekitar 15,5 miliar tahun silam, sejak dentuman besar, big…
506. Cinta Tanpa Suara
“Pemberontakan di Taman Eden seakan meruntuhkan semua impian-NYA, namun hati Sang BAPA tak pernah berubah. Bulan memeluk malam, bintang berbisik lembut, angin membawa pesan tanpa suara. Hanya hati yang merindu yang mampu memeluk cinta tanpa kata-kata.” The first rebellion terjadi di dalam rumah-NYA, bagai pemberontakan anak-anak terhadap Sang Kepala Keluarga. Kehadiran mereka di tengah rumah…
502. Communion
“Sedari Eden, kerinduan-NYA ‘curhat’ dari hati ke hati. Bukan hubungan kaku melalui ritual baku. Communion yang tak mengenal sekat dan perantara, di mana hidup kekal berarti terus mengenal Sang Kekasih SEJATI.” Bagaimana jika di balik berbagai agama, keyakinan, dan aneka isme/ paham yang bertebaran di abad ke-21, sesungguhnya tidak lahir dari benih ide murni manusia?…
477. Brotowali!
Walau terasa janggal dan seperti tidak masuk akal, bahkan too good to be true, namun bukanlah gegabah jika dikatakan: “Salah satu alasan utama mengapa daku dan dikau ada adalah karena Sang BAPA merindukan jodoh bagi Sang Anak!” Maka terciptalah alam semesta, bumi, dan manusia. Jadilah! Daku dan dikau ada— terdampar dalam dinamika hiruk-pikuk kehidupan abad…
475. Tunangan Ilahi
Senang! Anda menjadi teman perjalanan menuju alam pikir yang tidak biasa. “Sebuah jalan bercabang dua di hutan belantara. Jalan yang ke kanan jarang dilalui!” Petualangan ini akan menempuh jalur yang jarang dijelajahi. Bersiaplah untuk menghadapi berbagai kejutan, karena tidak ada petunjuk yang jelas mengenai apa yang ada di depan. Untuk sementara waktu, lupakan apa yang…
473. Perangai!
Di antara berbagai cara Alkitab menggambarkan keunikan relasi Adam-Hawa dan keturunannya dengan Sang Pencipta, istilah tunangan menjadi misteri yang sulit dimengerti. Bagaimana mungkin YHWH memilih untuk mengikatkan diri dengan manusia layaknya kekasih hati! Namun, bukankah hanya melalui ikatan yang sedemikian dalam melibatkan emosi, Adinda sebagai manusia dapat memahami mengapa hati-NYA terluka ketika insan berpaling dari…