473. Perangai!

Viewed : 256 views

Di antara berbagai cara Alkitab menggambarkan keunikan relasi Adam-Hawa dan keturunannya dengan Sang Pencipta, istilah tunangan menjadi misteri yang sulit dimengerti. Bagaimana mungkin YHWH memilih untuk mengikatkan diri dengan manusia layaknya kekasih hati!

Namun, bukankah hanya melalui ikatan yang sedemikian dalam melibatkan emosi, Adinda sebagai manusia dapat memahami mengapa hati-NYA terluka ketika insan berpaling dari cinta sejati (Kejadian 6:5-6)? Mungkinkah itu sebabnya DIA menghendaki cinta yang tidak dimanipulasi—cinta murni atas pilihan bebas dari kehendak sendiri?

Adam dan Hawa baru bisa dikatakan memiliki pilihan jika mereka diberi kemampuan untuk memilih salah satu buah di Taman Eden (Kejadian 2:3,16,17; 3:2,3). Hal ini penuh risiko, karena bukankah ada potensi mereka berbalik dan memilih yang lain, yakni si ular?

Walau tampak hanya soal sepele tentang pilihan makan apa, jauh di lubuk hati Adam dan Hawa, ini sebenarnya isu yang mendasar. Ini perkara pilihan! Seperti dalam relasi asmara, si ular menggoda untuk merebut hati mereka (Kejadian 3:4-5). Dan akhirnya, cinta mereka berlabuh di pangkuan yang lain!

Dan DIA terdiam!

Dari narasi yang hanya beberapa ayat dalam Kejadian pasal tiga, tersirat sebuah aksioma! Kaidah yang menjadi benang merah dari cerita di sepanjang Alkitab. Makna mencintai-NYA tidak lain adalah melakukan apa yang DIA rindukan! Namun, Adam dan Hawa melanggar larangan dan memilih rayuan pihak lawan. Mereka membelakangi YHWH dan memakan buah yang dipantang.

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku… (Yohanes 14:21)

Cinta tumbuh subur di atas tanah kesetiaan dan kokoh dengan pupuk saling percaya. Adam dan Hawa mencemari kepercayaan YHWH. Di Eden, mereka berkhianat—ini bukan sekadar soal diet makanan, melainkan pilihan hati. Pilihan untuk pergi bersama yang lain.

But like Adam they transgressed the covenant; there they dealt faithlessly with me. (Hosea 6:7, ESV)

Cinta sejati tidak cukup hanya berupa janji-janji manis. Siapa pun dapat berkata, “Cinta!” tetapi apa artinya jika tidak diwujudkan dalam tindakan nyata? Sering kali, tanpa kata sekalipun, kadar cinta seseorang terlihat dari sikap dan tindakannya. Perbuatan berbicara jauh lebih kuat daripada ribuan kata.

Jadi, tatkala peradaban di era antediluvium: …segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata (Kejadian 6:5), narasi ini sudah cukup jelas maksudnya. Hati nurani peradaban secara kolektif telah lenyap entah ke mana. Pengkhianatan cinta ini …memilukan hati-NYA (Kejadian 6:6).

Syukurlah, masih ada one and the only yang mampu merasakan kepiluan hati-NYA, yaitu Nuh yang bergaul akrab dengan YHWH (Kejadian 6:9). Mengapa Nuh bisa sedemikian dekat dengan YHWH sehingga ia diselamatkan dari bencana air bah?

Perangai..!

Akhlak, karakter, dan integritas—semua ini adalah pilihan hidup! Kesatuan antara kata dan perbuatan. Walau tak ada manusia yang sempurna, Alkitab tanpa ragu menyebut Nuh sebagai …seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya (Kejadian 6:9). Siapa pun yang menjalankan kehendak-NYA, dialah yang mencintai-NYA dan menjadi kekasih-NYA!

Dalam relasi asmara yang tengah membara, apakah yang paling melukai hati? Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku (Matius 15:8). Lain di mulut, lain di hati—itulah yang paling menghancurkan cinta tulus dan murni.

Aksioma ini jelas dan tegas: siapa pun yang menjalankan kehendak-NYA, merekalah yang sungguh mengasihi DIA. Pengakuan semata seperti “Tuhan, Tuhan, Tuhan!” tidaklah cukup. Hanya mereka yang melakukan kehendak-NYA yang berkenan di hadapan-NYA (Matius 7:21)—apalagi jika hanya sebatas menuliskannya!

Bagai seorang tunangan menjaga kesucian diri dalam menanti hari Perjamuan Kawin Anak Domba (Wahyu 19:9). Begitulah perangai mereka yang mencintai-NYA (2 Petrus 3:11). Aaahhh, aku jauh dari itu. Semoga Anda tidak begitu! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments