477. Brotowali!

Viewed : 420 views

Walau terasa janggal dan seperti tidak masuk akal, bahkan too good to be true, namun bukanlah gegabah jika dikatakan: “Salah satu alasan utama mengapa daku dan dikau ada adalah karena Sang BAPA merindukan jodoh bagi Sang Anak!” Maka terciptalah alam semesta, bumi, dan manusia.

Jadilah! Daku dan dikau ada— terdampar dalam dinamika hiruk-pikuk kehidupan abad ke-21 yang penuh tantangan. Ini bukan tanpa tujuan, bukan pula sekadar kebetulan, apalagi peristiwa random alam. Keberadaan ini semata-mata karena DIA menghendaki Adinda menjadi kekasih hati-NYA. Tidak lebih, tidak kurang!

Adinda tercipta karena cinta, hidup dalam cinta, dan untuk Sang Cinta.

Narasi dari awal Kitab Kejadian hingga kitab terakhir mengisahkan drama cinta yang tiada habisnya— ageless love story! Sebagaimana Anda maklumi, baru dapat dikatakan cinta sejati jika itu datang bukan karena paksaan ataupun hasil dari manipulasi. Namun cinta yang timbul atas pilihan sendiri dan ini bermula di Taman Sorga, ketika Adam dan Hawa diberi kebebasan memilih sekehendak hati.

The rest of the story, Anda sudah maklum jalan ceritanya. Hal serupa terjadi lagi, kini dengan drama lebih miris dalam Kejadian pasal enam! Kedua kisah love story ini melibatkan pihak ketiga—makhluk dari alam sana yang berhasil merebut hati manusia. Seakan dalam permainan cinta, secara tampak mata, DIA terlihat tak berdaya atas pilihan insan dan rela mengalah, mempersilakan Adinda memilih idaman lain!

Meski demikian, cinta-NYA kepada manusia tak pernah surut, walau peradaban berselingkuh dengan yang lain. Walau Adinda membuang muka, bahkan hingga meludahi cinta-NYA, DIA tetap menanti Adinda kembali ke pangkuan-NYA. Bukankah itulah esensi cinta— … sabar menanggung segala sesuatu? (1 Korintus 13:7) Derita cinta, DIA tanggung sendiri! Kendati itu berarti harus turun ke alam maut—itulah cinta sejati, cinta ilahi!

Cinta Ilahi, cinta yang mencari!

Bukankah mata-NYA menjelajahi seluruh bumi untuk menemukan Adinda yang bersungguh hati? (2 Tawarikh 16:9) Bagi Anda yang menyerahkan hati sepenuhnya hanya kepada DIA, alam tak kasat mata pun bergemuruh dalam sorak-sorai menyambutnya! (Lukas 15:7)

Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, …Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku …agar mereka juga di dalam Kita (Yohanes 17:24, 23, 21).

Curhat cinta sejati Sang Anak tentang Adinda, kekasih hati, dengan apik tergores dalam Injil Yohanes 17. Bolehlah dikatakan, doa panjang monolog ini adalah ungkapan asmara dari hati terdalam Sang Anak kepada BAPA. Jika saja dikau meluangkan waktu membaca curahan hati asmara ilahi ini—walau segudang Adinda belum memahami—namun yang satu ini begitu transparan.

Sejak dari awal, DIA menghendaki agar di mana pun Sang Anak berada, di sana pula kekasih-NYA, Adinda, ada! Bukankah ungkapan ini melukiskan cinta antara sejoli yang tengah dilanda demam asmara? Ku ingin selalu di sampingmu, kata syair sebuah lagu cinta.

Adakah ungkapan lain tentang gejolak api cinta yang lebih nyata daripada kerinduan Kristus agar umat-NYA selalu berada di mana pun DIA berada? Bukan sekadar keberadaan, melainkan kesatuan yang tak terpisahkan, sebagaimana sepasang kekasih yang saling jatuh cinta.

Baru daku dapat membayangkan betapa sakit hati-NYA saat menemukan kekasih hati main pintu belakang! Betapa perih ulu hati ketika DIA menyaksikan drama Adam dan Hawa berselingkuh di depan mata. Patut sekali DIA menyesal ketika peradaban menolak-NYA! (Kejadian 6:5-6)

Aaahhh! Daku acap kali lebih seperti Efraim— menimbulkan sakit hati-Nya secara pahit (Hosea 12:14), sepahit saat menelan brotowali. Moga dikau, meski kadang-kadang membuat DIA berduka, akan tetapi tak sampai hati-NYA pahit. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments