434. Trailer Langit

Viewed : 222 views

Peristiwa di Taman Eden memang sulit dipahami. Bagaimana manusia pertama terjerumus dalam pelukan si penggoda tepat di hadapan Sang Ilahi. Akibatnya begitu fatal, seolah-olah rencana-NYA telah gagal. Kupikir drama telah berakhir di situ, namun ternyata itu barulah babak ke satu.

Kira-kira drama apakah yang dapat membuat Sang Pencipta menyesal? Ini bukan hanya sekadar rasa kesal, namun menusuk dalam ke hulu hati hingga terasa ngilu bak disayat sembilu (Kejadian 6:5,6). Ini tampaknya tidak masuk akal, bagaimana mungkin Sang Maha Kuasa bisa merasa menyesal.

Narasi apakah yang ingin disampaikan melalui pernyataan bahwa DIA menyesal telah menciptakan manusia?

Apapun makna di balik kata menyesal (Kejadian 6:5,6), drama di 4 ayat sebelumnya tentulah tidak dapat diabaikan begitu saja. Bukankah akibat narasi di ke empat ayat itu yang mengakibatkan DIA kecewa besar?

Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka. (Kejadian 6:7)

DIA begitu gusar sehingga diambil tindakan kasar! Bukan saja insan, alam fauna pun ikut-ikutan dihapuskan. Seakan-akan keberadaan insan tidak dapat diharapkan apapun lagi. Apakah sama sekali tidak ada lagi manusia yang masih tahu diri?

Ataukah Kejadian 6:1-4 merupakan bagian penting yang membantu memahami gambaran besar dari kitab kejadian hingga kitab yang paling penghabisan? Bak mosaik, kepingan drama ini menjadi kunci utama yang akan memberi arti berbagai drama, puisi, maupun sejarah yang berdarah-darah dalam keseluruhan cerita Alkitab.

Namun nalarku tidak dapat diam! Mengapa DIA keeihatan begitu kejam, muka merah padam? Sehingga seluruh makhluk bernyawa harus dibuat tenggelam. Bukankah ini cerita kelam dalam sejarah penciptaan di dimensi yang ada siang malam?

Pembaca yang budiman!

Jika dilihat dari halaman-halaman pertama kitab Kejdian, maka pemusnahan masal ini terjadi hanya beberapa lembar dari penciptaan Adam Hawa. Tidak banyak cerita, tak ada penjelasan yang memuaskan logika.

Apakah sesungguhnya yang tengah terjadi sehingga Sang Pencipta kecewa?

Bukankah di Taman Eden Adam Hawa masih DIA bela melawan sang penggoda? Walau dengan peluh, derita, dan air mata, Adam Hawa masih diberi kesempatan melanjutkan kehidupan. Bahkan DIA masih bermurah hati, karena keberlangsungan keturunan Adam Hawa dijamin dengan janji (Kejadian 3: 15). Ikrar kelak keturunan Hawa akan menghancurkan kepala si ular.

Namun drama kali ini sangat berlainan, tidak seperti apa yang terjadi di Taman Eden. Di Eden Adam Hawa seakan-akan diberi kesempatan ke dua kali, di Kejadian 6 kesempatan itu sudah tidak ada lagi. Apapun yang terjadi, trailer ini tentu jauh lebih dahsyat dari yang sebelumnya!

Jika trailer pertama di Taman Eden dikenal sebagai kejatuhan manusia pertama, mungkinkah yang berikutnya tersebut terjadi di langit, trailer langit? Inisiatif makhluk adikodrati untuk memberontak. Pemberontakan masal makhluk supernatural yang berakibat extraordinary terhadap peradaban manusia.

Kejahatan luar biasa, pelanggaran yang tidak biasa sehingga melahirkan generasi yang kecenderungan hatinya hanya kejahatan belaka (Kejadian 6:5). Mungkinkah trailer langit inilah yang dengan signifikan mempengaruhi hidup Adinda sekarang ini? Wallahu a’alam! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments