327. Keharmonisan Dalam Perbedaan

Viewed : 811 views

Dunia sedang begitu cepat berubah. Tadinya berharap situasi akan lebih baik setelah wabah, siapa sangka tiba-tiba perang Rusia-Ukraina pecah. Sekarang pertikaian blok Barat-Rusia semakin tak terarah, siap-siaplah situasi politik-ekonomi global akan semakin parah.

Demikian juga dalam menjalankan ibadah. Liturgi pun total berubah. Bermunculan bentuk ritual baru yang belum pernah dikenal dalam sejarah. Kemajuan teknologi melibas semua yang dari abad ke abad bertahan sekarang menyerah.

Di dunia maya, mudah diakses pembahasan perkara-perkara peka doktrin agama. Layaknya tidak ada lagi rahasia, semua dapat diterka. Masing-masing mengaku yang utama, pihak lain nomor dua.

Tak kalah serunya, pertentangan di dunia maya pun semakin menggila. Beberapa YouTuber pun telah kena getahnya. UU ITE menjerat semua yang dikatagorikan sebagai penista agama. Agama menjadi momok yang menakutkan, salah tempat bicara dapat diperkarakan. Hati-hati mendiskusikan isu sentitif agama, bisa-bisa masuk penjara.

Kehadiran agama diharapkan membawa secercah harapan, sebaliknya justru lebih memperburuk keadaan. Bukan hanya hubungan penganut antar keyakinan, internal keyakinan pun masing-masing anggap denominasinya yang paling meyakinkan.

Masyarakat terbelah, bak mengelompok ke dalam berbagai wadah. Menjelang tahun politik, situasi ini semakin pelik. Beda pilihan cenderung dikatagorikan sebagai beda keyakinan. Akibat pengelompokan, jangankan duduk berdampingan, bersalaman pun enggan.

Hubungan sesama keyakinan pun semakin terbelah, baik secara fisik maupun batiniah. Bukan saja pilihan politik, cara bagaimana daku dibaptis pun membuat keadaan menjadi sulit. Jika daku dibaptis dengan cara diselam dan dikau dengan percikan, daku dan dikau kemungkinan besar berakhir di denominasi yang berlainan.

Sebagian dokrtin denominasi, tanpa basa basi, mengelompokkan jema’at berdasarkan kriteria sudah dilahirkan kembali. Bagi golongan yang belum, menjadi sasaran misi sehingga di depan umum berani mengucapkan kalimat ‘sakti’. Barulah yang bersangkutan dapat dianggap kelompok sendiri.

Bukan hanya sistem dunia yang membeda-bedakan, agama pun lebih getol memisah-misahkan. Apakah dapat dikatakatan, tidak ada perbedaan, kerajaan agama denga kerajaan dunia? Sama-sama mempertentangkan, menjadikan tali silaturahmi sulit dieratkan.

Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. (Galatia 3: 28)

Ini berita yang sangat menggembirakan, di tengah-tengah relasi antar sesama dibumbui dengan suasana saling mencurigakan. Ini harapan satu-satunya, ketika agamapun menjadi sumber perpecahan.

Kerajaan Allah (KA) tidak membeda-bedakan. Baik dikau panganut agama X ataupun daku berkeyakinan non-X, ataupun pilihan politik tidak sejalan. Namun, daku dan dikau bersama-sama dapat bergandengantangan melangkah seperjalanan dalam mengenal Sang Raja.

KA tidak ada kaitan dengan agama. Entah dikau dari golongan Lewi, daku dianggap dari golongan kafir. Ataupun bangga karena penganut paham yang berseru kepada YHWH dan baptis secara selam. Silakan! Karena KA tidak dapat dikurung oleh suatu paham.

KA tidak membeda-bedakan, sebaliknya menyuburkan keanekaragaman. Sistem agama gandrung mengelompokkan, menyeragamkan pemahaman. Di mana Kerajaan-NYA dirasakan, di situ ada ketenangan. World view Kerajaan-NYA membawa damai sejahtera, bak seteguk air dingin di tengah-tengah cela mencela.

Ini kabar yang dinanti-nantikan oleh semua pemeluk keyakinan yang rindu mengidam-idamkan keharmonisan dalam perbedaan. DIA datang untuk mempersatukan, perbedaan menjadi kekayaan, keberagaman menjadi kemeriahan.

Melegakan!

Kehadiran KA satu-satunya harapan di masyarakat yang sedang dilanda konflik yang tidak berkesudahan, bukan hanya antar pemeluk agama, namun juga internal di lingkungan sesama. Semoga melalui kehadiran puan tuan, di dalam perbedaan pun keharmonisan dapat dirasakan. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments