517. Otak-atik

Viewed : 24 views

Godaan untuk menyunting satu sekerup kode genetik manusia sebagai ikhtiar mensejajarkan diri dengan Sang PENCIPTA; sebuah gema rayuan purba dari tangan para Penjaga.

Di muara misteri yang masih dalam, the second rebellion, Kejadian 6 menyiratkan sebuah intrik kelam. Ada tekad tersembunyi untuk membentuk generasi di luar garis kehendak Sang PENCIPTA. Semacam rekayasa genetik demi melahirkan keturunan adidaya, seturut ambisi para Penjaga— The Watchers!

Dalam kacamata masa kini, inilah upaya menyunting DNA—aksara purba dalam tubuh manusia. Ia adalah blueprint hayati yang merajut jati diri Anda; mulai dari warna mata hingga tinggi badan.

DNA merajut wujudnya dalam double helix—sebuah tangga melingkar yang agung. Gula dan fosfat kokoh menjadi tiang penyangga, sementara basa nitrogen berderet menjadi anak-anak tangganya. Urutan dari jutaan pasang basa inilah yang membentuk kode genetik unik bagi setiap individu.

Terhampar enam miliar pasang kode genetik dalam satu sel tubuh manusia —inilah Genom, peta agung jati diri Anda. Ia lahir dari pertautan sel haploid ayah dan ibu, menyatu dalam diploid yang utuh. Ini semacam sidik jari genetik; sebuah prasasti asal-usul yang terpatri abadi dalam setiap sel tubuh.

Bayangkan, tubuh Anda tersusun dari sekitar 37 triliun (37×10¹²) sel—sebuah kerumunan kehidupan yang mahaluas. Di dalamnya, terhampar semesta pasangan basa yang melampaui nalar: sekitar 220 sextillion atau 22×10²² pasang basa. Inilah jagat raya angka yang berdenyut dalam senyap di balik satu tubuh manusia.

Andai jutaan pasang kode genetik ini dirajut menjadi seutas pita, niscaya ia akan membentang sepanjang 74 miliar kilometer—jarak yang sanggup menempuh 250 kali rute bolak-balik bumi ke matahari! Namun, seluruh arsip raksasa ini terlipat begitu rapi dan padat di dalam inti sel yang ukurannya bahkan tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Menakjubkan, bukan?

Yang lebih mendebarkan, pergeseran sekecil apa pun pada struktur pasangan kode gentik ini—sebuah mutasi genetik—akan mengacak produksi protein dalam tubuh. Dampaknya merambat luas: baik berupa penyakit hingga perubahan rona fisik, seperti warna mata.

Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; (Kejadian 6:4)

Meski tampak bagai mitos, lahirnya kaum raksasa menyiratkan upaya penyuntingan paksa atas naskah DNA. Ubahan pada bagian ‘kecil’ saja mampu melahirkan spesies yang berbeda. Bayangkan, tubuh Anda hanya berselisih 2% dari DNA gorila—artinya 98% serupa! Bahkan dengan simpanse, kedekatan kita mencapai 99,4% kesamaan kode genetik.

Apakah penyuntingan paksa ini yang ‘mendesak’ YHWH membatasi usia manusia menjadi 120 tahun? Ataukah pemangkasan umur tersebut merupakan konsekuensi alami dari kelancangan tangan yang mengotak-atik DNA melampaui batas kodrat? Bandingkan dengan Nuh, yang masih mengecap usia 500 tahun sebelum air bah melanda (Kejadian 5:32).

Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” (Kejadian 6:3)

Sejak medio 1970-an, para peneliti telah menggunakan Enzim Restriksi untuk menelusuri labirin DNA. Penemuan ini menjadi tonggak agung dalam sejarah biologi modern—sebuah ‘gunting biologis’ yang presisi untuk mengotak-ngatik naskah hayat. Puncaknya adalah CRISPR-Cas9, teknologi penyuntingan gen paling revolusioner masa kini; ia melesat karena murah, cepat, dan sangat akurat.

Di balik kerja senyap laboratorium yang tersebar di seantero jagat, belakangan tersingkap isu eksotis yang mengguncang: The Jeffrey Epstein Files! Dokumen-dokumen ini menyingkap tabir tentang ambisi gelap Jeffrey Epstein untuk merekayasa genom manusia demi melahirkan bibit-bibit unggul—sebuah upaya nekad untuk berperan sebagai pencipta.

Aaahhh… selama ini daku mengira Kejadian 6 hanyalah serpihan mitos purba. Ternyata, fragmen itu kini sedang berulang dalam gelapnya ambisi manusia—sebuah perlombaan sunyi demi melahirkan makhluk gubahan tangan sendiri.

Betapa jumawanya hati peradaban; merasa telah berhasil menyejajarkan diri dengan TUHAN! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments