Siapa Lekas Marah, Berlaku Bodoh

Viewed : 393 views

Amsal 14:17
Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

Apa saja yang dapat membuat kita marah?
Penyebabnya mungkin karena:
• kecewa,
•⁠ ⁠keinginan tak sampai,
• janji tidak dipenuhi,
• pencemaran nama baik,
•⁠ ⁠merasa dihina,
• merasa disakiti,
•⁠ ⁠merass diperlakukan kasar,
• hak ditahan orang,
• tidak dianggap dan disepeleken,
•⁠ ⁠ingin pujian, tapi tidak dipuji orang,
• merasa kalah bersaing,
• dilupakan,
• merasa gagal,
• merasa dirugikan,
• merasa benar tapi dipersalahkan,
•⁠ ⁠merasa diri nomor satu, tapi dinomor duakan… dinomor tigakan… atau tak dinomori,
• dan sebagainya.

Jadi marah sering penyebabnya dari perasaan atau karena merasa-rasa. Dan sering bahwa disakiti oleh orang tak dikenal lebih mudah dilupakan, tapi diperlakukan tidak pantas oleh orang dekat atau oleh orang dalam sering sulit dimaafkan dan jadi pergumulan berat; bisa timbul akar pahit. Bisa jadi kenangan buruk walau sudah merasa memaafkan.

Wajar mungkin kita marah dengan alasan-alasan tertentu, tetapi mudah marah dan lekas naik darah dikatakan sebagai tindakan bodoh.

Bodoh itu rupanya bukanlah soal tidak bisa Matematika, Fisika, bahasa, ilmu sosial, hukum, teologia, dan soal akademik lainnya.Kbodohan yang dimaksudkan oleh penulis Amsal adalah soal perangai dan tindakan atau karakter buruk. Akibat kebodohan seperti ini dapat membuat hubungan dengan sesama jadi dingin, retak, bahkan dapat putus. Persahabatanpun dapat berakhir.

Sebaliknya, walau sering amat susah, kesabaran adalah sikap yang terpuji, dan menunjukkan kedewasaan.

Sifat suka akan kemarahan mempersempit ruang gerak kita untuk bersahabat. Tetapi kesabaran dapat membuat pertemanan kita meluas. Kita menuai memanen sahabat yang banyak.

Kesabaran sering merupakan perjuangan berat. Sebab itu mari kita sama-sama berjuang. Kita berjuang bersama di dalam Kristus.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menguatkan kita dalam menghadapi hidup ini yang sering tidak mudah. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using GPT-4o on Bing Image Creator

Comments

comments