Mengapa Penderitaan Dikatakan Sebagai Karunia?

Viewed : 378 views

Filipi 1:29
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia

Ketika kita mendapat keberuntungan hidup, sering kita mengatakan, “Itu semua adalah kasih karunia Tuhan” Tentu saja kita meyakini dan mengaminkannya.

Adalah kasih karunia bagi kita untuk dapat percaya kepada Kristus untuk keselamatan jiwa kita.

Namun demikian, rasul Paulus mengatakan bahwa tidak hanya bagian menyenangkan saja, tetapi bagi kita juga diberikan penderitaan dalam berbagai bentuk sebagai ujian iman. Dan dikatakan itu adalah kasih karunia.

Terasa aneh mungkin pernyataan rasul Paulus di dalam ayat di atas. Boleh jadi bawa yang ada dalam benak dan pikiran kita adalah yang namanya kasih karunia mestilah sesuatu yang bukan membuat kita menderita.

Mengapa penderitaan dikatakan sebagai karunia?

Salah satu alasannya adalah bahwa dengan jalan itulah iman kita sebagai karunia Allah akan dimurnikan dan diperdalam serta dipertegas. Dengan jalan itulah kita semakin mengenal Allah.

Sama halnya ketika kita melihat sebuah Universitas yang menurut kita amat bergengsi. Sulit masuk ke situ dan kita merasakan jika dapat masuk, itu adalah kasih karunia. Setelah masuk, kita harus menempuh beberapa ujian yang sulit. Untuk dapat ikut ujian, itupun mungkin ada syarat-syaratnya baru bisa. Ada kelengkapannya.

Mengapa?

Sebab ujian itu dimaksudkan untuk melengkapi dan mengesahkan bahwa kita adalah mahasiswanya. Tidak semua orang diuji seperti kita. Tidak semua orang harus menderita belajar seperti kita.

Mungkin ada orang yang mau membayar agar ikut ujian sama seperti kita, tetapi tidak bisa karena mereka bukan bagian dari Universitas tersebut. Bukan mahasiswanya.

Bagi kita adalah kehormatah jika disertakan ikut ujian. Kasih karunia bagi kita untuk menempuh ujian. Tinggal sekarang berusahalah bagaimana caranya agar berhasil dengan sebaik mungkin.

Tidak semua orang dapat menderita dalam keyakinannya mengikut Yesus. Tidak semua orang juga dapat dengan tenang menerima ujian penderitaan dari Yesus.

Karena itu mari kita memandang bahwa penderitaan yang diijinkan Tuhan singgah dalam hidup kita adalah kasih karunia, dan kita harus menang menghadapinya. Luluslah dan menanglah dengan nilai setinggi-tingginya!
SEMOGA!

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati. Amin

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Llama 3.2 on Meta AI

Comments

comments