Mengapa Takut, Mengapa Tidak Percaya?

Viewed : 449 views

Markus 4:40
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Dalam peristiwa angin badai dan gelombang mengamuk, murid-murid Yesus ketakutan. Padahal di antara mereka ada Petrus seorang mantan nelayan yang keahliannya sebetulnya dapat diandalkan menghadapi badai taufan seperti itu.

Para murid berteriak ketakutan. Mereka akhirnya membangunkan Yesus yang sedang tidur.

Betapa sering kita berperilaku bagaikan murid-murid Yesus ketika badai hidup melanda. Tidak dapat lagi diandalkan kemampuan kita seperti Petrus dalam posisi takut.

Tuhan Yesus pun mungkin bertanya kepada kita, “Mengapa kamu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Perkataan Yesus tersebut kiranya dapat menguatkan kita untuk tidak takut dalam situasi, dimana kita tidak sanggup lagi rasanya menghadapinya, dimana akal dan logika kita sudah menyerah.

Di dalam Kristus senantiasa ada jalan dan solusi betapapun peliknya masalah kita.
P u j i T u h a n !

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by CCXpistiavos from Pixabay

Comments

comments