RENUNGAN
1 Petrus 2:19
Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Siapa yang bersalah dialah yang harus dihukum. Siapa berbuat buruk dialah yang akan menderita. Begitulah aturan dan hukum semestinya.
Namun Petrus memberi pesan berbeda dengan aturan hukum biasa yang kita kenal. Pesan Petrus berjiwa luhur di atas hukum biasa… yang tak bersalah malah harus siap menderita juga, dan dikatakan itu adalah kasih karunia.
Lalu pertanyaannya adalah apa ukurannya?
Sejauh mana kita harus lakukan ini?
Berbicara tentang ukuran dan sejauh mana kesediaan kita menanggung beban yang semestinya tidak kita tanggung mungkin terasa sulit membuat standarnya. Namun apa yang dikatakan Petrus adalah agar hati dan pikiran kita tertuju kepada Yesus Kristus yang sudah menanggung beban berat demi kita. Apa yang paling mahal yaitu nyawa-Nya sudah Dia beri untuk kita. Inilah teladan sempurna bagi kita.
Jadi walau tidak ada ukuran dan tidak ada batasan sejauh mana kita harus menanggung beban yang tak seharusnya, kita diingatkan untuk bersiap saja. Kalau tetap mau dibuatkan ukuran dan standarnya, maka jawaban sederhananya adalah: sejauh mana kita memahami dan meyakini kasih karunia Allah
Untuk itu mari kita senantiasa melihat Yesus. Bila perhatian dan penglihatan kita tertuju kepada Yesus, maka kitapun tidak lagi memikirkan dan tidak lagi berbicara soal ukuran dan standar. Yang ada adalah kerelaan sepenuhnya untuk berbuat apa saja bagi DIA yang telah memberikan segalanya bagi kita atas dasar kasih dan karunia-Nya.
Dalam hidup susah atau senang, dalam situasi sulit atau lancar, dalam kondisi sukses atau gagal, dalam keadaan kita harus memikul beban yang seharusnya bukan tanggungan kita… ya dalam setiap situasi apapun kita tetap meyakini semuanya kasih karunia Allah.
Kita tetap semangat hidup dan hati kita tetap berkobar-kobar untuk bekerja, berkarya dan melayani.
Puji Tuhan ! !
Para sahabat yang kekasih,
Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




