Maksud Penderitaan Untuk Mendewasakan Kita

Viewed : 427 views

1 Petrus 2:19
Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Banyak orang merasa dan memahami bahwa kasih karunia Tuhan adalah berkat yang membuat nyaman. Kasih karunia Tuhan dikaitkan dengan keberuntungan atau mendapat sesuatu yang menyenangkan bagaikan dapat hadiah.

Oleh sebab itu mungkin terasa “asing” dan “aneh” dengan apa yang dikatakan Rasul Petrus bahwa adalah kasih karunia jika kita menderita sesuatu yang seharusnya tidak kita tanggung.

Penderitaan kerap diartikan sebagai akibat adanya sesuatu yang tidak benar atau keburukan yang telah dilakukan. Ada benarnya juga. Akan tetapi tidak selalu seperti itu mengacu kepada ayat di atas. Ada kemungkinan dan ada saatnya penderitaan sebagai sesuatu yang diijinkan Allah untuk kita alami dan itu bukan karena akibat dari sesuatu yang salah yang telah dilakukan.

Bagaimana caranya supaya kita dimampukan menerima atau merelakan diri menderita padahal itu bukan karena kesalahan kita?

Untuk itu kita perlu keyakinan akan kuasa, dan otoritas serta kehendak Allah atas hidup kita. Bahwa kita adalah milik-Nya. Karena itu sesungguhnya Allah bebas melakukan apa saja kepada kita apa yang Dia mau lakukan. Terserah Allah saja.

Berilah ruang kebebasan kepada Allah untuk melakukan segala hal kepada kita. Maksud dari semua itu adalah untuk mendewasakan sikap dan iman kita. Itu adalah kesempatan untuk kita dapat dibentuk Allah.

Percayalah dan yakinlah bahwa Allah merancang dan merencanakan apa yang terbaik bagi kita. Allah tidak akan pernah merancangkan hal buruk kepada anak-anak-Nya.

Ada saat-saat dimana Allah memberikan makanan keras sebagai proses didikan agar kita menjadi tangguh dan handal dalam iman. Maksud dari semua itu adalah agar kita semakin mengenal Dia dari semua sisi secara sempurna dan lengkap. Kita semakin berharap dan bergantung kepada Dia. Agar semakin erat hati kita kepada-Nya. Agar dalam semua situasi kita kuat dan mampu dengan tulus dan tegak kepala berkata, “PUJI TUHAN!”

Jika kita berpikir seperti itu, maka berbahagialah kita. Itulah sebabnya dikatakan Rasul Paulus bahwa adalah kasih karunia apabila kita menanggung derita padahal seharusnya hal itu tidak kita tanggung.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas. .
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Comments

comments