457. Pahlawan – Pemberontak

Viewed : 277 views

Konten kitab Kejadian pasal 1-11 banyak kemiripan dengan tulisan-tulisan kuno budaya Mesopotamia. Narasi penciptaan, diskripsi silsilah generasi sebelum air bah, drama air bah, dan peristiwa menara Babel juga terdapat dalam literatur budaya Mesopotamia kuno.

Di kalangan akademisi secara umum diterima budaya Mesopotamia lebih tua dari naskah Perjanjian Lama (PL). Bangsa Israel (Kerajaan Utara dan Selatan) selama beberapa dekade menjadi tawanan di Babelonia. Pengalaman puluhan tahun ini, tidak dapat dihindarkan adanya interaksi intensif terjadi antara bangsa Yahudi dengan budaya Mesopotamia!

Trailer Kejadian 6:1-4 ditengarai terkait dengan kisah-kisah serupa di budaya Mesopotamia. Keterkaitan ini baru akhir-akhir ini terungkap, terutama setelah pakar Amar Annus mempublikasikan temuannya pada tahun 2010. Tidak kebetulan, jika literatur-literatur Yahudi di era peralihan dari PL ke Perjanjian Baru, salah satunya 1 Enoch, menceriterakan ulang trailer tersebut dalam bingkai budaya Mespotamia.

Anak-anak Allah dalam Kejadian 6:1-4 dan khususnya pejelesan lebih rinci dalam 1 Enoch 1-36, pararel dengan kisah apkallu versi budaya Mesopotamia. Dalam mitos Mesopotamia, apkallu dianggap sebagai mahluk bijaksana nan cerdas di era antediluvian. Para apkallu-lah yang berperan memajukan budaya Mesopotamia.

Apkallu dianggap sebagai pahlawan budaya yang hebat yang memiliki pengetahuan yang luar biasa sebelum era banjir besar. Dalam mitologi Mesopotamia, apkallu adalah makhluk bijak yang membawa pengetahuan dan peradaban kepada manusia, khususnya bagi bangsa yang tinggal di kawasan Mesopotamia, daerah yang diapit 2 sungai besar, sungai Efrat dan Tigris, negara Irak modern.

Kaum cerdik pandai Babelonia, terutama kaum elite rohaniawan, menganggap para dewa mewariskan pengetahuan sebelum air bah ke bangsa mereka. Pengetahuan itu bertahan setelah banjir besar dan diturunkan ke generasi apkallu berikutnya, raksasa. Raksasa, generasi campuran unsur dewa dengan insani, yang dianggap bersifat setengah dewa, bukan manusia biasa!

Setiap raja Bebelonia, mengklaim dirinya sebagai turunan langsung apkallu dari era sebelum air bah! Klaim lainnya adalah bahwa bangsa Babelonia satu-satunya bangsa di muka bumi yang mewarisi pengetahuan dan teknologi dari era sebelum bencana besar.

Babelonia di bawah raja Nebukadnezar II (604-562 SM) mencapai puncak kejayannya dengan wilayah terbentang dari teluk Persia hingga Turki modern. Pada perioda ini jugalah Bait Allah di Yerusalem dilibas habis serta sekaligus meringkus bangsa Israel (kerajaan Utara dan Selatan) untuk dibawa ke Babel sebagai tawanan. Kisah tragisnya ditulis dengan rinci di 2 Raja-Raja 25. Narasinya tak kalah sadisnya dengan perisitiwa 7 Oktober 2023, tatkala HAMAS menyerbu dan menawan penduduk satu desa, Kibbutz Be’eri.

Kala itu, bila satu kerajaan dapat mengalahkan kerajaan lainnya, maka dianggap dewa pemenang lebih suprior. Dengan demikian, dewa Babelonia dianggap lebih superior dibandingkan dengan dewa bangsa lain, termasuk lebih kuat dari YHWH!

Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. (Daniel 1:1,2)

Dalam suasana kebanggaan nasionalisme seperti itulah, bangsa Isarel di ditawan di Babel. Bayangkan, sakit hatinya, khususnya golongan imam, tatkala menyaksikan YHWH direndahkan dan ritual Yudaisme dilecehkan (lihat Mazmur 137 yang dipopulerkan dengan lagu By the Rivers of Babylon). Perabot kudus Bait Allah direbut dan dipersembahkan ke dewa Marduk, dewa kebanggan Babelonia.

Jika demikian adanya, bisa jadi, trailer Kejadian 6:1-4 merupakan tanggapan balik Alkitab terhadap kebanggan budaya Mesopotamia. Apa yang dibanggakan, Alkitab melihatnya suatu aib dan kecelakaan bagi peradaban! Alih-alih apkallu dielu-elukan sebagai pahlawan, Alkitab menyebutnya sebagai malaikat pemberontak. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments