Mari Kita Mencari Apa yang Utama

Viewed : 336 views

Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ada dua kata yang penting direnungkan dalam ayat di atas, yaitu carilah dan ditambahkan.

Arti carilah adalah agar kita mengusahakan, memikirkan, mengutamakan, menemukan, menghidupi, dan merindukan. Mungkin ada kata lain?

Arti kata ditambahkan adalah dilebihkan, diberi bonus, ada tambahan upah, dan sebagainya.

Apa yang disuruh Yesus untuk kita cari?

Kita disuruh mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Kita disuruh melakukan pekerjaan Allah. Kita disuruh hidup sesuai dengan kehendak Allah… hidup taat. Agar hidup kita berpadanan dengan panggilan-Nya. Melakukan apa yang benar.

Selanjutnya, dalam kita mencari tersebut, Allah akan memberikan apa yang kita perlu. Tuhan menambahkan bonus-bonus hidup.

Kalau kita lihat ayat sebelumnya, Tuhan Yesus berbicara soal kekhawatiran akan makanan… soal pakaian… soal kebutuhan hidup… soal keinginan. Hal inilah yang sering menjadi pergumulan hidup kita.

Yang sering terjadi adalah kita lebih gigih mencari kenikmatan hidup dan keinginan hati dibandingkan dengan mencari kehendak Allah.

Kita sering terbalik dengan Matius 6:33, dimana kita mencari kesenangan diri terlebih dahulu. Itu yang sering kita utamakan. Lantas jika ada waktu lebih (itupun sudah syukur kalau terpikir); kita melakukan apa yang kita anggap sebagai melakukan kehendak Allah.

Kita sering khawatir manakala rejeki kita tidak sebesar perolehan orang lain, dan hal itu menghambat kita untuk melakukan kehendak-Nya.

Ada orang gundah bila karirnya didahului orang lain. Marah bila merasa hak-haknya tidak diperhatikan. Ini seakan wajar dan normal dalam pikiran manusia.

Sering orang merasa tidak persoalan jika hidupnya tidak benar. Tidak mempermasalahkan ketidaktertarikannya untuk hidup melayani Tuhan. Tidak terganggu pikirannya walau berbuat salah. Baginya yang penting asal rejekinya besar. Tidak peduli dengan perilaku buruk asalkan uang banyak, dan sebagainya. Ini juga adalah dianggap normal dalam pikiran manusia.

Bagi kita, haruslah berubah. Janganlah kiranya kita hanya rajin mencari tambahan-tambahan hidup saja. Mari kita mencari apa yang utama. Mari melakukan kehendak Allah.

Walau banyak kesulitan hidup, meski perjalanan hidup kita serasa berat oleh banyaknya goncangan dari kanan dan kiri menghadang; tetaplah setia! Tetap pegang teguh kebenaran! Tetap cari Kerajaan Allah!

Biarlah hari inipun kita mulai hari kita untuk berkomitmen mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, itulah yang menjiwai dan mewarnai seluruh pekerjaan, aktifitas dan tanggung jawab kita. Selanjutnya nantikanlah uluran kasih sayang Tuhan untuk menambahkan apa yang Dia pikirkan baik dan cocok buat kita.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments