Mari Kita Tekun Bekerja

Viewed : 330 views

Pengkhotbah 9:10
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Berkaitan dengan kata tangan, ada beberapa ungkapan kata…
•⁠ ⁠Orang yang berbaik hati dan suka menolong disebut sebagai ringan tangan.
•⁠ ⁠Orang yang tidak melakukan apa-apa disebut berpangku tangan.
•⁠ ⁠Orang yang suka mengambil bukan haknya dijuluki panjang tangan.
•⁠ ⁠Orang yang bekerja atau melakukan sesuatu atas perintah atau suruhan diistilahkan dengan perpanjangan tangan.

Masih ada istilah-istilah lain yang dikaitkan dengan tangan. Tangan adalah lambang bekerja, beraktifitas dan berusaha.

Pengkhotbah mengingatkan kita untuk tekun bekerja. Apa saja yang dijumpai tangan untuk dilakukan, lakukanlah dengan sekuat tenaga. Itu pesan penting bagi kita.

Tentu saja tenaga dan kapasitas kita tidak sama. Pekerjaan kita berbeda-beda. Perolehan sebagai upah kerja kitapun tidak sama; ada yang besar dan ada yang kecil.

Kesungguhan bekerja mestinya tidak bergantung kepada besarnya upah. Sebetulnya orang yang upahnya kecil namun bekerja keras lebih terhormat daripada orang yang ditempatkan di tempat basah dengan upah besar namun bermalas-malasan.

Semestinya kita tidak malas bekerja, meski memang sering itu jugalah merupakan masalah yang sering kita hadapi.

Bekerja sungguh-sungguh itu adalah sekarang, selagi kita hidup. Pekerjaan tidak ada di dunia orang mati. Setelah mati tidak ada lagi pekerjaan. Yang ada adalah status menunggu saja; menunggu datangnya HAKIM AGUNG.

Mari kita tekun bekerja. Biarlah tangan kita bekerja efektif menghasilkan apa yang berguna bagi diri kita… bagi keluarga… bagi masyarakat luas. Sungguh-sungguh bekerja yang mendatangkan manfaat adalah salah satu kehormatan hidup dan itu berkenan di hadapan Tuhan.

Tetap semangat!

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments