2 Korintus 9:13
Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang.
Kepatuhan, kerelaan dan ketaatan kepada Tuhan mendatangkan berkat; baik bagi pelakunya, maupun orang lain.
Abraham dalam kerelaannya meninggalkan negerinya dan patuh kepada Tuhan menjadikan dia berkat. Dia disebut dan dikenal sebagai bapa orang beriman. Melalui keturunannyalah bangsa-bangsa diberkati. Berkat terutama adalah dari garis keturunannyalah Yesus Kristus lahir.
Musa dalam kepatuhan dan ketaatannya kepada pimpinan Tuhan, membuat dia menjadi berkat bagi Israel untuk memimpin bangsa itu keluar dari Mesir.
Yusuf dalam kepatuhan dan ketaatannya kepada Tuhan untuk tidak menceraikan Maria yang telah mengandung, membuat dia akan diingat sepanjang masa sebagai ayah Tuhan Yesus.
Bahkan Yesus sendiri karena kepatuhan-Nya dengan rela disalib membuat kita manusia yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal (Yohanes 3:16)
Ada benang merah antara kepatuhan dan berkat. Orang yang taat dan patuh kepada Allah dimampukan menjadi berkat bagi sesamanya, bahkan dia sendiri akan menerima berkat.
Berkat tidak mesti dalam bentuk kemakmuran atau apa yang sering dilihat manusia sebagai kekayaan… BUKAN!
Berkat terutama adalah kedamaian dan ketenteraman hidup.
Tuhan tidak pernah menahan berkat bagi orang yang dikasihi-Nya. Terbuka kesempatan bagi kita untuk memilih apakah kita mau menjadi berkat bagi orang lain dan apakah kita mau diberkati. Rahasia utamanya adalah TAAT dan PATUH kepada Allah.
Ketaatan kepada Tuhan dan kemurahan hati akan selalu menjadi mata ujian dalam hidup kita. Kiranya kita LULUS dalam ujian ini. Dengan itu kemuliaan Allah nyata melalui kita.
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita untuk menjadi berkat bagi orang lain. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Wim van ‘t Einde on Unsplash




