Berkat dari Kepatuhan, Kerelaan dan Ketaatan

Viewed : 1,002 views

Yohanes 6:8-9
Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

Menyimak dari peristiwa ketika Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang (Yohanes 6:1-15), hal tersebut tidak terlepas dari peran seorang anak kecil yang rela untuk memberi lima roti jelai dan dua ekor ikan yang diserahkan kepada Yesus.

Awal mujizat diawali dengan kerelaan dan kepatuhan anak itu dengan tidak menahan miliknya. Berkat kerelaan dan kepatuhannya itu, lima ribu orang terselamatkan dari perut yang sedang lapar.

Seandainya anak itu tidak rela menyerahkan miliknya, tentu saja Yesus dapat melakukan alternatif lain untuk mengenyangkan orang banyak yang lagi butuh makanan. Bahkan dari hal yang tidak adapun Yesus berkuasa untuk menjadikan makanan. Akan tetapi ada satu prinsip pokok telah dilakukan anak kecil itu; dia patuh dan rela. Buah dari kepatuhannya, orang lain diberkati.

Di dalam Alkitab, ada banyak dicatat peristiwa dimana dengan adanya kepatuhan, kerelaan dan ketaatan kepada Tuhan, mendatangkan berkat dan keselamatan baik bagi pelakunya, maupun orang lain.

• Abraham dalam ketaatan, dan kerelaannya meninggalkan negerinya dan patuh kepada Tuhan menjadikan dia diberkati. Dia dijuluki sebagai bapa orang beriman. Melalui keturunannyalah bangsa-bangsa diberkati. Berkat terutama adalah dari garis keturunannya Yesus Kristus lahir.
Luar basa!

• Musa dalam kepatuhan dan ketaatannya kepada pimpinan Tuhan, membuat dia menjadi berkat bagi Israel untuk memimpin bangsa itu keluar dari Mesir.
Luar biasa!

• Yusuf dalam kepatuhan dan ketaatannya kepada Tuhan untuk tidak menceraikan Maria yang telah mengandung, membuat dia akan diingat sepanjang masa sebagai ”ayah” Tuhan Yesus.
Luar biasa!

Bahkan Yesus sendiri sebagai Manusia, karena kepatuhan-Nya dengan rela disalib membuat kita manusia yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal.
Ajaib dan luar biasa!

Dari kisah-kisah di atas, jelas terlihat adanya benang merah antara kepatuhan dan berkat, dimana orang yang taat dan patuh kepada Allah dimampukan menjadi berkat bagi sesamanya, bahkan dia sendiri akan menerima berkat.

Bagaimana dengan kita?

Berkat tidak mesti dalam bentuk kemakmuran atau apa yang sering dilihat manusia sebagai kekayaan harta benda… BUKAN!

Berkat terutama adalah kedamaian dan ketenteraman hidup dalam setiap hal dan dalam setiap situasi. Tuhan tidak pernah menahan sesuatau yang baik yang diperuntukkan bagi setiap anak-anak-Nya.
Yakin dan percayalah !

Sahabat…
Terbuka kesempatan bagi siapa saja untuk memilih apakah dia mau menjadi berkat bagi orang lain, dan apakah dia mau diberkati… rahasia utamanya adalah TAAT dan PATUH kepada Allah.

II Korintus 9:13
Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang.

Tuhan memberkati dan menyertai kita dalam ketaatan dan kepatuhan kita kepada Dia. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Alexandr Ivanov from Pixabay

Comments

comments