Kerelaan Dalam Mempersembahkan

Viewed : 453 views

Yohanes 6:9-11
“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.

Seandainya kita ikut di dalam peristiwa ketika Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang, sungguh ini merupakan pengalaman menakjubkan. Kita mungkin membayangkan seperti apa gerangan cita rasa roti dan ikan itu yang ada karena doa Tuhan Yesus.

Roti dan ikan yang melimpah itu diawali dengan hadirnya seorang anak kecil yang memiliki lima roti dan dua ikan.

Dapat dibayangkan karena anak kecil yang membawanya, tak seberapalah mungkin rasa dan ukurannya. Maklumlah hanya bekal untuk seorang anak kecil. Itu saja. Roti dan ikan yang dibawa seadanya saja. Namun anak kecil itu rela memberikan bekalnya yang sederhana itu. Akan tetapi karena diserahkan kepada Yesus, keajaibanpun terjadi. Roti dan ikan yang tak seberapa itu jadi melimpah dan berlipat ganda. Lima ribu orang kenyang makan bahkan bersisa.
Luar biasa!

Apa yang ada pada kita yang rela kita persembahkan kepada Yesus?

Mungkin yang kita berikan sederhana saja. Seolah tak berharga. Seolah dapat diabaikan. Akan tetapi belajar dari pengalaman anak kecil itu, jika diserahkan kepada Yesus, maka melalu kuasa dan anugerah Allah, apa yang dipersembahkan dapat bermakna lebih dari apa yang dapat kita bayangkan dan pikirkan.
Kuncinya adalah: kerelaan dan apa yang akan Yesus lakukan dengan apa yang kita persembahkan.
Simpel saja mikirnya!

Biarlah hati kita senantiasa terbuka dan selalu rela mempersembahkan kepada Tuhan. Mungkin itu berupa harta, pikiran, talenta dan karunia yang Tuhan titipkan melalui kita.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Jeff Jacobs from Pixabay

Comments

comments