Yohanes 6:9
“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
Peristiwa besar ketika Tuhan Yesus memberi makan kepada lima ribu orang, maka peran seorang anak kecil yang membawa lima roti dan dua ikan, akan selalu menjadi bagian utama dari kisah itu.
Lima roti dan dua ikan seolah tidak berarti. Bahkan murid Yesus; Andreas, juga nyeleneh meremehkannya dengan berkata, “… … tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
Akan tetapi bersama Yesus, apa yang sederhana dari seorang anak kecil menjadi sangat berarti… lima ribu orang kenyang makan bahkan bersisa… melimpah…
Apa yang ada pada kita?
Mungkin kita merasa diri kita tak berarti apa-apa karena tidak memiliki banyak. Orang lainpun pandang enteng meremehkan kita. Tidak apa-apa. Jangan takut dan jangan pernah merasa kecil.
Bersama Yesus kita sungguh berarti asalkan kita rela dipakai-Nya.
Di tengah-tengah kesederhanaan kitapun, bersama Yesus kita bisa menjadi bagian dari sejarah perjalanan rencana Allah atas dunia ini… bagaikan anak kecil itu.
L u a r b i a s a ! !
Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.
Tuhan menyertai kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




