Ibrani 4:15
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Pikiran kita sering terganggu sering dan cemas ketika di sekitar kita ada banyak orang yang menceritakan kecemasan mereka. Kitapun ikut terhanyut. Apalagi saat ini, kita sungguh merasa tidak nyaman dengan kabar wabah yang belum juga berhenti. Berita ini beredar banyak dalam media massa.
Ketika orang-orang berbicara tentang kesulitan-kesulitan, kita juga terimbas seakan-akan kesulitan itu menimpa kita juga. Kondisi-kondisi sulit menghantui kita.
Di sisi lain, kita juga sering belajar dari orang-orang tertentu yang tetap semangat dan sedang berjuang meraih kemenangan dalam pergumulan mereka, sehingga hal itu menolong kita untuk berpikir positif dan menjadi optimis
Kristus adalah teladan bagi kita dalam menghadapi pergumulan. Yesus telah melewati begitu banyak masa-masa sulit. Dia telah menang menghadapi masa yang paling sulit saat Dia bergumul sendirian di taman Getsemani yang berlanjut dengan kematian-Nya di kayu salib.
Dengan keringat yang mengucur di sekujur tubuh-Nya, Dia berkata dalam doaNYA,”Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”(Matius 26 : 39).
Perjuangan terberat kita sering bukanlah mendahului orang lain, tapi melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor atas diri kita sendiri.
Hari ini… kita berjuang melampaui sisa masalah hari kemarin, kita berjuang mangatasi masalah yang timbul hari ini, dan berpikir bagaimana perjuangan kita untuk hari esok. Semua ini dapat kita hadapi dan atasi bila kita berjalan bersama Tuhan.
Tuhanlah sumber kekuatan bagi kita.
Bila kita turun tangan, maka Dia angkat tangan.
Bila kita angkat tangan, maka Dia bersegera turun tangan menyelesaikan masalah kita.
Tuhan menyertai kita dalam melewati seluruh hari-hari hidup kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Ryan McGuire from Pixabay




