Abraham Juga Pernah Merasakan Keraguan

Viewed : 645 views

Kejadian 15:3-4
Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.”
Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.”

Dalam penantian Abram (Abraham) akan janji Allah, melihat situasi yang ada, Abraham juga pernah merasakan ada keraguan.

Karena Abraham dan istrinya Sarah sudah lanjut usia, secara logika dan sifat alami; rasanya tidak memungkinkan lagi bagi mereka beroleh keturunan sebagai ahli waris. Abraham mengeluh.

Dalam situasi seperti itu, Tuhan datang menguatkan dan mengulangi lagi janji-Nya kepada Abraham. Dan kita lihat kisahnya kemudian bahwa janji Allah digenapi. Sungguh Allah melampaui logika dan sifat alami Abraham. Tuhan di atas itu semua. Sungguh tak terselami oleh kita jalan-jalan-Nya.

Kita juga sering ragu dengan janji Allah manakala kita melihat situasi sulit dan logika kitapun mulai berjalan pegang kendali. Kita bimbang akan janji Allah. Serasa Dia jauh dan tak mendengar seruan kita.

Dalam saat seperti itu, mari kita datang kepada Dia. Yakin tetap kepada janji dan firman-Nya.

Allah tidak pernah berubah. Justru yang sering berubah adalah kia sendiri. Dalam seringnya kita berubah, sering berbarengan dan diikuti dengan ketidaktaatan kita. Hidup kitapun terasa kehilangan energi. Kita mengeluh dalam keraguan dan rasa bimbang.

Belajar dari Abraham dan apa yang Tuhan lakukan kepadanya, mari kita memperbaharui penyerahan hidup kita. Biarlah kesetiaan Allah akan janji-Nya menolong dan membuat kita kuat dan teguh.

Dekat dan mendekatlah kepada Dia, sebab Tuhan sungguh dekat bahkan Dia ada di hati kita.
P U J I T U H A N !

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai meneguhkan, dan mengokohkan iman kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Md Mahdi on Unsplash

Comments

comments