Teladan Abraham yang Mestinya Kita Ikuti

Viewed : 468 views

Roma 4:18-21
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

Iman Abraham sungguh luar biasa. Meskipun tidak ada dasar untuk berharap, akan tetapi Abraham berharap dan percaya bahwa Tuhan akan memenuhi janji-Nya. Abraham akan menjadi bapa banyak bangsa.

Abraham mendasarkan imannya kepada Allah semata-mata. Terhadap janji Allah, Abraham tidak bimbang meyakini bahwa Allah berkuasa menggenapi apa yang telah dijanjikan-Nya.

Bagaimana dengan kita?
Siapa kita?
Apa jasa kita kepada Tuhan?
Tidak ada!

Apa dasar kita berharap kepada Tuhan?
Kebaikan kitakah?
Pelayanan kitakah?
Kepiawaian kitakah?
Pengaruh kitakah?
Tentu kita bebas menjawab apa saja atas pertanyaan ini.

Akan tetapi belajar dari Abraham, kita diingatkan dan diajarkan bahwa iman dan harapan kita sepenuhnya didasarkan kepada Allah Bapa kita. Itu teladan Abraham yang mestinya kita ikuti.

Satu hal penting juga adalah kalau berbicara tentang iman, dimaksudkan bukanlah soal apa yang akan kita dapatkan dari Tuhan, sebab Tuhan pasti memberi apa yang terbaik. Namun lebih dari itu adalah: iman mengajarkan bagaimana kita berelasi kuat dan indah dengan Tuhan. Inilah iman yang besar dan benar.

Selamat bekerja
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments