Mazmur 4:5
Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.
Bila hati manusia telah diperbaharui dan telah dijamah oleh Roh Allah, maka kehidupannya akan berubah. Tujuan dan pandangan hidupnya secara total diubahkan oleh Tuhan.
Tadinya tujuan hidupnya mencari kepuasan hidup melalui apa yang tampak oleh mata, sekarang mencari kepuasan dengan hidup dalam kebenaran. Tadinya hidup mencari popularitas diri dan berkenan kepada manusia… sekarang mencari hidup yang berkenan kepada Allah.
Sama seperti apa yang Rasul Paulus katakan bahwa begitu dia bertemu Yesus, dia menyerahkan dirinya secara total kepada Tuhan. Dia berkata bahwa apa yang dia lakukan sebelumnya adalah perkara yang sia-sia dan dia anggap bagaikan sampah.
Filipi 3:8
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepas-kan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus
Mengapa Paulus berubah secara total seperti itu?
Jawabannya adalah karena dia telah menemukan perkara yang mulia yang tak ternilai dan kekal di dalam Yesus.
Mari kita renungkan bahwa sesungguhnya bahwa apapun yang kita capai, apapun yang kita peroleh, bila dibandingkan dengan harta kekal yang akan Tuhan anugerahkan kelak; sungguh luar biasa bedanya.
Karena itu jangan luntur dan jangan lepaskan keyakinan di dalam Yesus. Biarlah kita semakin kuat di dalam Dia.
Keyakinan yang kuat akan Yesus memotivasi kita untuk melakukan perkara-perkara mulia. Hal itu juga mendorong kita untuk senantiasa siap berbuat sesuatu bagi Tuhan. Kita diberi semangat untuk mempersembahkan hidup sebagai korban syukur kepada Allah.
Mari kita mempersembahkan diri kita sebagai persembah korban syukur kepada TUHAN.
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa.
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Kourosh Qaffari




