Dekat Dengan Allah Disitulah Kepuasan Itu Ada

Viewed : 610 views

Yeremia 32:27
Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku.

Di sebuah kota kecil tinggal sebuah keluarga sederhana yang berbahagia. Keluarga ini terdiri dari sepasang suami-istri dan seorang anak laki-laki.

Tetapi saying sekali, sang ibu meninggal tatkala anaknya baru berusia 12 tahun. Lebih sedih lagi tak lama kemudian si ayah lumpuh. Tentu ini beban berat bagi si anak yang masih kecil.

Akan tetapi anak itu tak mau kalah dengan keadaan. Dia tetap sekolah dan setelah pulang sekolah dia bekerja mencari uang dengan mengerjakan berbagai hal. Terkadang dia membantu mengangkat batu untuk bahan bangunan. Terkadang mencuci piring di warung nasi. Terkadang menawarkan jasa untuk menjaga anak yang orang tuanya bekerja. Terakhir dia berjualan kue sederhana.

Begitulah dia lakukan hingga tamat sekoalh lanjutan. Dia sekolah rajin. Dengan uang yang diperoleh dia membeli makanan buat ayahnya. Ayahnya yang sulit berjalan terpaksa dia papah kalau mau ke kamar mandi dan beberapa keperluan lainnya.

Ketika pemerintah setempat dan masyarakat tahu, dia dipanggil dan ditawarkan bantuan untuk meringankan beban hidupnya. Ternyata anak itu tidak minta apa-apa, dia hanya bilang kalau bisa ibunya kembali dan ayahnya sembuh. Dia merasa figur dan sosok ibunya yang telah tiada dan ayahnya yang sedang sakit, itulah kekayaan utama.

Kita memiliki Tuhan yang kaya dan penuh hikmat. Tetapi apakah bagi kita lebih penting kekayaan-Nya atau diri-Nnya? Kita sering terbalik, kita lebih mengejar-ngejar pemberian Tuhan daripada Tuhan itu sendiri.

Sekarang marilah kita merubah pola pikir. Biarlah kita lebih merindukan dekat dengan Allah daripada lebih berusaha memiliki sebanyak mungkin pemberian-Nya.

Kita perolehpun sebanyak mungkin pemberian Tuhan, belum menjamin kita puas dalam hidup ini karena puas itu relatif. Tetapi bila kita dekat dengan Allah, disitulah kepuasan itu ada.

Jangan kuatir dan jangan takut! Yakinlah bahwa bila dekat dengan Allah dan kita melakukan bagian kita dengan baik, maka Dia akan penuhi apa yang kita butuh. Dia tidak menelantarkan kita karena Dia Maha Kaya.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Allah sanggup memberi kelimpahan bagi kita, seperti Dia katakan melalui nabi Yeremia, “Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?”

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai, menjaga dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by De an Sun on Unsplash

Comments

comments