Roma 8:32
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Andaikan ada seorang pria menikah dengan seorang wanita anak seorang yang kaya raya, apakah sesungguhnya yang utama bagi pria itu? Wanita itu atau kekayaannya?
Kita memiliki Tuhan Yang Maha Kaya… apakah bagi kita yang lebih penting?, kekayaan-Nya atau diri-Nya?
Kita sering lebih tertarik dan lebih mengejar pemberian Tuhan daripada diri Tuhan itu sendiri.
Marilah kita lebih merindukan dekat dengan Allah daripada merindukan memiliki apa yang akan Dia beri.
Sesungguhnya pemberian Allah yaitu hadirnya Yesus Kristus menjadi Juruselamat kita merupakan pemberian Allah terbesar melebihi pemberian lain. Anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus adalah pemberian utama Allah yang tak dapat dibandingkan dengan apapun.
Oleh karena itu kita sungguh berterima kasih atas pemberian Allah yang sungguh istimewa.
Walau masih ada harapan-harapan kita yang rasanya belum diberikam Allah, hendaklah kita tidak merasa terganggu hubungan kita dengan Allah. Sebab yang teragung dan terbesar sudah dianugerahkan-Nya.
Yakinlah bahwa sesuatu yang lain yang Tuhan pandang baik, pastilah dia akan berikan kepada kita pada saat yang tepat.
Puji Tuhan ! !
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by StockSnap from Pixabay


![Dekat_Allah_Disitulah_Kepuasan_Itu_Ada]](https://www.renunganairhidup.com/wp-content/uploads/2022/10/Dekat_Allah_Disitulah_Kepuasan_Itu_Ada.jpg)

