1 Timotius 1:12-13
Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku — aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
Rasul Paulus mengungkapkan siapa dirinya sebelum percaya kepada Kristus. Dia katakan dirinya sebagai seorang penghujat, penganiaya, dan ganas.
Namun sangat berbeda setelah percaya; Paulus menjadi murid Kristus yang total hidupnya menjadi pelayan Tuhan yang setia.
Sahabat…
Siapa kita di masa lalu?
Kitalah yang paling tahu tentang diri kita, dan Tuhan tentunya.
Siapa kita di masa lalu… bagaimanapun buruknya kita di masa lalu, ada berita baik: Kristus mengampuni kita. Yang penting kita menyesali itu. Kita merasa hancur hati oleh karena dosa-dosa kita. Setelah itu buka hati dan terima Kristus.
Semakin kita merasa paling berdosa, dan semakin kita merasa hancur hati oleh dosa-dosa masa lalu kita, maka kita semakin merasa betapa besarnya kasih Allah. Kita semakin menghargai anugerah dan kasih karunia-Nya. Semakin total penyerahan hidup kita. Semakin kita hargai keselamatan kita. Dan semestinya kita semakin bersedia melakukan apa yang Dia suruh.
Sebaliknya, bila kita merasa benar dan merasa layak, maka itu dapat membuat kita kurang meresapi dan kurang menghargai pengorbanan Kristus demi keselamatan kita.
Biarlah dengan penyesalan masa lalu kita, kita sungguh berubah oleh sebab Kristus selamatkan kita.
Kristus sungguh mengasihi kita lebih dari apa yang kita pikirkan tentang kasih-Nya. Kasih-Nya begitu tinggi dan dalam. Karena itu mari kita bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya.
Penerapan praktisnya adalah: kita semakin berubah menjadi seperti apa yang Dia inginkan! Dan kita rindu agar bukan kita saja yang berubah, tetapi kitapun siap dipakai Tuhan menjadi agen perubahan bagi banyak orang. Itu mestinya kerinduan kita dan itu terus berproses dalam hidup kita.
S e m o g a !
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa, Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Ross Findon on Unsplash




