2 Tesalonika 3:1
Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu.
Topik doa selalu akan dibicarakan. Sudah banyak dikhotbahkan tema tentang doa. Tema doa akan selalu dikumandangkan dari mimbar gereja, dari persekutuan, dalam pemahaman Alkitab, dalam diskusi-diskusi, dan sebagainya
Karena meminta adalah salah satu unsur doa, apa saja yang kita minta dalam doa kita?
Perlu direnungkan kembali apa yang selalu menjadi isi doa kita?
Hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar isi doa kita penuh dengan segala macam permintaan. Daftar doa kita adalah seumpama sebuah daftar pemesanan akan kebutuhan. Permintaan itupun sebagian besar untuk diri kita. Tentu hal itu tidaklah salah, dan memang kita haruslah meminta dalam doa apa yang kita rasakan perlu. Bahkan segala keinginan kitapun hendaklah didoakan.
Bila kita memahami doa sekedar meminta, sebetulnya kita menyempitkan arti doa. Berdoa artinya adalah bercakap-cakap atau berbicara dengan Tuhan. Berdoa artinya berkomunikasi dengan Tuhan.
Berdoa adalah salah satu cara ampuh untuk membangun hubungan dengan Tuhan. Jadi arti doa bukan sekedar meminta saja, tetapi dengan doa kita sesungguhnya sedang membangun hubungan yang indah dengan Tuhan.
Sudahkah kita membangun hubungan dengan Tuhan dalam doa-doa kita?
Rasul Paulus meminta kita untuk berdoa bagi para hamba Tuhan. Sebagaimana para hamba Tuhan setia bertanggung jawab dan senantiasa mendoakan para jemaat, begitulah juga semestinya para jemaatpun mendukung para hamba dan pelayan Tuhan dalam doanya.
Doa kepada para hamba Tuhan tidak terbatas kepada para hamba Tuhan di gerejanya atau yang dia kenal saja, namun berdoa jugalah untuk para hamba Tuhan yang lain. Terutama kita perlu mendoakan para hamba Tuhan di daerah-daerah terpencil, di daerah yang sulit, di daerah-daerah rintisan.
Kita sungguh-sungguh perlu berdoa bagi para hamba Tuhan di daerah tertentu yang sangat sulit dalam segala hal, agar mereka tetap semangat dan dipenuhi Tuhan kebutuhan mereka.
Mungkin terbatas ruang gerak kita untuk pergi ke pelosok-pelosok mengabarkan kabar baik, tapi kita bisa pergi dengan doa-doa kita dengan cara berdoa kepada para hamba-Nya yang sedang menunaikan pelayanan.
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Tara Winstead




