Selama Masih Siang

Viewed : 2,438 views

Yohanes 9:4
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.

Teringat akan kehidupan seorang ibu yang hidupnya diserahkan kepada Tuhan sebagai hamba-Nya.

Ibu tersebut menyerahkan dirinya dengan total melayani. Dia dipakai Tuhan luar biasa memberkati banyak orang dengan kebenaran firman Tuhan. Banyak orang dikuatkan dan diteguhkan oleh pelayanan firman yang dia sampaikan melalui khotbah, kuliah, dan sarana lain. Terutama kita banyak belajar dari cara hidupnya.

Tidak bermaksud mengkultuskan, tapi memang terlihat Kristus hidup di dalam dirinya. Seolah tidak ada waktu baginya menikmati dunia ini, fokus hidupnya hanyalah Kristus dan pekerjaan-Nya.

Di akhir hidupnya, ibu ini terlihat fisiknya melemah. Daya ingatnya akan orang-orang yang dulu dekat dengan dia sangat terasa drop. Dia harus ditolong melakukan seluruh aktifitas hidupnya. Entah dia sadar atau tidak sadar, dia selalu bilang ingin cepat-cepat bertemu Yesus… ingin segera ke SANA, jangan berlama-lama lagi di sini.

Ibu ini selagi muda, selagi ada kekuatan, selama masih siang ia berkarya penuh bagi Yesus. Di saat akhir hidupnya… malam telah datang dia tidak memungkinkan lagi melakukan pelayanan sama seperti ketika ia masih muda.

Rasanya Yohanes 9:4 telah tergenapi dalam diri ibu yang terkasih ini. Hidupnya menjadi inspirasi bagi siapapun yang pernah kenal beliau, terlebih bagi para muridnya.

Perjalanan dan panggilan hidup kita mungkin tidak sama dengan ibu tersebut di atas. Tidak harus sama. Tetapi teladannya mengingatkan kita untuk menyadari hari siang yang masih kita punya, walau mungkin bagi sebagian kita hanyalah tersisa sedikit saja. Untuk apa kita pakai hari siang kita? Adakah kaitannya dengan nilai yang kekal?

Bagi yang merasa sudah berada dalam posisi waktu malam, tetaplah tenang. Tetaplah bersyukur dan nikmatilah hari-hari kebersamaan dengan Dia. Dia tidak melupakan kita.

Ibrani 6:10
Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Danie Franco on Unsplash

Comments

comments