Belajar Dari Jemaat Mula-mula

Viewed : 2,449 views

Kisah 2:46-47
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Tentu manusia normal senang bila ia disukai orang. Begitu juga seseorang pasti memiliki orang-orang tertentu yang ia sukai.

Apa yang membuat kita suka dengan seseorang?
Apa alasan orang menyukai kita?
Tentu banyak alasannya.

Rasa suka dapat timbul karena penampilan. Tentu ini tidaklah masalah.

Rasa senang juga dapat timbul dari sikap yang baik, dan tentu ini sangatlah diharapkan.

Jemaat mula-mula disukai banyak orang karena ketulusan hati dan sikapnya yang terpuji. Hal ini membuat jumlah mereka bertambah-tambah dari orang-orang yang tidak percaya menjadi percaya kepada Yesus.

Sikap mereka dapat seperti itu karena Tuhan merubah hidup mereka. Mereka bersekutu, tekun mendengar firman Tuhan, dan secara praktis mereka melakukan apa yang diajarkan. Oleh kuat kuasa dari Tuhan membuat mereka kuat dalam keyakinan dan karakter

Belajar dari jemaat mula-mula, kita diingatkan agar sebagai anak-anak Tuhan kita juga meneladani sikap mereka untuk memiliki pribadi yang kuat dan berprinsip teguh. Kuat dalam keyakinan dan kuat dalam karakter.

Kuat dalam keyakinan artinya apa yang kita percaya, peganglah itu kuat-kuat dan erat. Tidak mudah goyah oleh apapun.

Kemampuan kita untuk memiliki keyakinan kuat tentu tidak bisa dari kekuatan kita semata. Kita perlu kuasa dari Tuhan. Bersama Dia kita bisa.

Kuat dalam karakter dapat diartikan sebagai hidup berintegritas. Dapat dipercaya. Hal inipun dapat menjadi nyata dalam hidup kita bila kita berjuang bersama Tuhan Yesus. Roh Kudus menuntun dan menguatkan kita.

Ingatlah juga bahwa orang sering tidak terlalu tertarik dengan apa status kita dan bahkan apa agama kita. Orang lebih tertarik dengan bagaimana kita hidup dan bagaimana kita memperlakukan sesama kita.

Boleh saja orang tidak menyukai kita karena tidak setuju dengan iman kita di dalam Yesus. Namun jagalah jangan sampai orang mencela kita karena perangai buruk.

Janganlah orang menjauhi kita karena sikap tak terpuji. Janganlah kehadiran kita membuat orang-orang terusik dan bubar jalan. Biarlah kehadiran kita dimanapun membawa kemuliaan dan keharuman bagi nama Tuhan… bagaikan jemaat mula-mula.
S e m o g a !

Selamat berativitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by John Price on Unsplash

Comments

comments