Ajaib Apa yang Kaubuat

Viewed : 749 views

Mazmur 139:13-14
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Betapa banyak orang menuntut keajaiban sebagai bukti tentang keberadaan Allah. Mereka menuntut banyak tanda-tanda ajaib sebagai barang bukti bahwa Allah Maha Kuasa. Salah satu penyebabnya oleh karena kurang kedewasaan kita dalam memahami kehendak Allah.

Tidak sulit memikirkan bagaimana ajaibnya Tuhan. Sederhana saja. Lihatlah keajaiban dalam tubuh kita. Lihatlah keagungan Tuhan bagaimana Dia mengatur keserasian fungsi organ tubuh kita.

Jantung adalah salah satu organ yang sangat vital dalam tubuh manusia. Jantung bekerja keras luar biasa untuk memompa darah dalam tubuh kita. Dengan setia jantung berdenyut. Jantung adalah otot yang sangat kuat dan liat dalam tubuh kita. Jantung adalalah benar-benar pompa ajaib!

Paru-paru berfungsi untuk menyaring memisahkan oksigen dari udara yang kita hirup. Untuk itu paru-paru manusia memiliki jutaan kantung udara yang amat halus. Sungguh luar biasa paru-paru manusia!

Otak manusia mampu menerima dan mengartikan informasi dari panca indra kita; mata, telinga, dan sebagainya.

Masih banyak organ tubuh kita yang bekerja dengan serasi dan ajaib menopang hidup kita. Ini adalah keajaiban Allah yang sering luput dari perhatian kita bahwa Allah sungguh ajaib dan berkuasa.

Di luar keajaiban yang terjadi dalam proses yang terjadi dalam tubuh kita, Allah lebih dari mampu melakukan segala sesuatu di luar logika kita karena Dia Maha Kuasa. Akan tetapi Allah tidak selalu harus melakukannya sesuai dengan keinginan kita. Dia tahu apa yang terbaik bagi kita.

Keajaiban Tuhan tidak perlu diragukan. Dia di luar batas kemampua kita berpikir untuk melakuian apa saja di luar nalar kita. Akan tetapi mungkin kita akan menjadi lebih baik melalui banyak hal dimana Tuhan tidak menunjukkan keajaiban-Nya seperti apa yang kita mau.

Adalah lebih menarik dan lebih ajaib jika karakter dan sikap kita diubahkan menjadi lebih baik dari pada sekedar kita dipuaskan melihat keajaiban Allah melakukan keajaiban menuruti selera kita.

Bersama pemazmur, marilah kita merespons keajabian Tuhan atas diri kita dengan berkata, ”Tuhan, Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”

Tuhan menyertai dan membekati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Pierre Acobas on Unsplash

Comments

comments