Filipi 3:13-14
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Ketika pertandingan sepakbola berlangsung, banyak yang menonton langsung di stadion, tetapi jauh lebih banyak melalui televisi.
Jutaan pasang mata menonton permainan yang menarik, tetapi yang bermain di lapangan hanyalah 22 pemain saja yang diwasiti oleh satu orang dan dibantu oleh hakim garis.
Sekali-sekali terlihat para pelatih dari kedua kesebelasan yang sedang bertarung, berteriak-teriak dari pinggir lapangan.
Setelah kejuaraan selesai, yang menang mendapat piala kemenangan dan hadiah lain yang menarik. Tentu saja yang mendapat hadiah hanyalah yang bermain, karena merekalah yang terpilih dan bersedia serta setia berlatih selama ini. Merekalah yang layak menerima penghargaan.
Para penonton tidak menerima hadiah, karena mereka hanyalah sebatas penonton dan pemberi komentar. Saat pembagian hadiah berlangsung, penonton pun hanya menonton saja dan memberi tepuk tangan meriah.
Pekerjaan Tuhan dalam pelayanan sungguh banyak, akan tetapi sedikit yang bersedia sebagai pelaku untuk melayani. Selebihnya orang menonton dan memberi pendapat saja.
Ketika Tuhan Yesus datang kelak, Dia akan memberikan mahkota penghargaan kepada yang patut menerimanya.
Dengan illustrasi permainan sepak bola tersebut di atas, dalam pekerjaan Tuhan;
• Apakah saya sebagai penonton pertandingan di stadion?
• Apakah saya sebagai pemirsa TV di rumah menonton pertandingan?
• Apakah saya ikut sebagai pemain dalam pertandingan?
Dengan talenta, karunia, dan kapasitas dalam panggilan kita masing-masing, mari kita menjadi pemain yang setia. Ada saatnya kita melayani dan ada kesempatan untuk berbuat sesuatu, namun semua akan ada akhirnya juga.
Rasul Paulus katakan;
”Aku melupakan apa yang telah di belakangku”
”Aku mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku”
”Aku berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Janganlah kiranya nanti kita ingin melayani dan berbuat sesuatu bagi Tuhan, tetapi waktu sudah habis dan selesai kata Tuhan.
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri.
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Jan Vašek from Pixabay




