149. ’Hati Terluka’

on
Viewed : 1,163 views

Anganku melayang tak terkira. Melayang tinggi ke angkasa. Siapakah yang bersedia turut serta? Ini perjalanan yang tidak biasa. Melampaui doktrin agama. Lepas dari kaidah kaum ulama. Tak perlu cendekia. Tak harus dewasa. Siapa saja bisa! Karena ini kisah cinta. Ceritera hati. Perjalanan nurani. Kala cinta dikhianati.

Siap?

Ini riwayatku. Dan memorimu. Nostalgia cinta di taman sorga. Semasa wayang kulit menusuk si dalang. Menikam dari belakang. Tatkala patung meludahi pemahat yang malang. Momen aktor merubah skenario peran menjadi penyerang. Menendang penulis ceritera hingga terjengkang.

Si Dalang diam. Menahan rintihan luka yang dalam. Si Pemahat dipermalukan. Diolok-olok bak pesakitan. Disingkirkan. Dan Dia diabaikan. Si Penulis ceritera? Sama saja. Dianggap biang keladi segala persoalan. Akar segala kekacauan. Dan senantiasa pihak yang dipersalahkan.

Manusia [Adam] itu menjawab: “Perempuan [Hawa] yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan [Hawa] itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan [Hawa] itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” (Kejadian 3:12,13)

Lantas! Siapa yang salah?

Aku yang berbuat. Dikau yang tentukan pilihan. Allah yang dipersalahkan! Sejuta alasan menuduh Dia yang bukan-bukan. Selalu ada dalih bani Adam lepas tangan. Hindarkan tuduhan. Lari dari kenyataan. Sembunyi di dalam hutan. Di taman sorga begitu. Sekarangpun berperangai seperti itu.

Dan Dia diam! Menahan rintihan!

Hati siapa yang takkan terluka
Bila di depan mata kekasih bercumbu
Kau yang KU sayang mengapa berdusta
Tak cukupkah AKU jadi milikmu? (inspired by ‘Antara Cinta dan Dusta)

Dan Allah duka.

And the LORD was sorry that He had made man on the earth, and He was grieved in His heart. (Kejadian 6:6, NKJV. Terjemahan bebas dalam versi ungkapan hati: Allah sedih. Dia berduka. Karena pilihan manusia. Dia ciptakan di bumi untuk menjadi kekasih-Nya. Cinta-Nya dikhianati. Hati-Nya ngilu.)

Rasakan hati-Nya. Hati yang terluka. Ayat-ayat itu, cukuplah mengekspresikan pilunya hati-Nya. Seolah-olah Dia tidak dapat berbuat apa-apa. Selaian? Meratapi cinta-Nya yang aku dan dikau khianati! Dapatkah dikau rasakan? Hati yang terluka.

Ibarat seorang ayah yang berjuang membesarkan anak satu-satunya. Setelah remaja. Di waktu senja. Dia datang dan berkata ‘aku benci kau!’ Lalu dia pergi berlalu begitu saja. Kala kekasih buang muka dan berkata: ‘Aku tidak lagi cinta kau!’ Semisal seorang ibu tua renta tak diakui oleh anaknya. ‘Cukup! Aku muak melihat mukamu,’ kata sahabat karib. Saat rekan menusuk dari belakang. Yang dipercaya ‘menggunting dalam lipatan.’ Aaahhh! Dapatkah dikau rasakan getaran ngilu hati-Nya?

Cinta yang terluka
Rindu yang menanggung perihnya (Inspired by CM)

Bagaimana ini? Cinta-Nya terluka. Namun Dia terus mencari. Rindu merangkulmu. Cinta dan rindu. Bersatu padu. Jadi satu. Dari Kitab Kejadian hingga Wahyu. Dia mencariku. Dan juga Dia rindu dikau. Dulu di taman sorga begitu. Sekarangpun tetap seperti itu. Hingga waktu akan berlalu.

Rindu-Nya hanya satu
Pada saat-saat tertentu
Aku berharap bisa mengubahmu
Dari sembilu menjadi buluh perindu! (Inspired by CM)

Di sela-sela kehidupan. Di tengah-tengah bising ibu kota. Diantara berita politik di Nusantara. Kesibukan yang tak ada habisnya. SELA sejenak. Dengarkan. Simak. Tangkap geteran. Debaran. Gejolak hati-Nya. Rindu dendam-Nya. Moga sembilu berubah jadi bulu perindu. Pilihan di tanganmu!

Celaka! Aku tak rasa apa-apa. Semuanya biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa. Memangnya, ada apa? Gawat! Hati-Nya terluka. Dan aku? Masih bertanya pula. Siapa yang peduli? Moga masih ada hati yang bergetar mendengar rintihan-Nya. Semoga! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.

Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Comments

comments