Cinta itu misterius. ‘Semua kejadian di alam ini dapat dibuatkan persamaan mathematisnya. Kecuali cinta!’ Cinta tak dapat diduga. Tak dapat diatur. Menolak untuk diarahkan. Apalagi dipaksakan. Dia bisa datang tiba-tiba bak dapat durian jatuh. Namun juga didapat dengan perjuangan darah dan air mata.
Cinta itu dahsyat tak terkira. Si lunglai jadi raksasa. Sakit-sakitan jadi sehat seketika. Yang lemah dapat jadi perkasa. Selalu ada ide. Kreatif. Tak habis-habis inovasi. Halangan tak berarti. Semua dapat diatasi. Tak ada laut yang terlalu dalam untuk diselami. Langitpun tak cukup tinggi. Tak ada yang tak mungkin bagi cinta.
cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, (Kidung Agung 8:6)
Ups! Namun juga sebaliknya! Kalau sudah kena panah asmara? Wow..! Otot besi tulang baja jadi lemah tak berdaya. Serba bisa serba tahu, bisa kikuk dan dungu. Cerdaspun tiba-tiba seperti orang blo’on. Rambut bisa saja sudah ubanan, tapi sikap seperti remaja belasan. Pengetahuan. Pengalaman. Kekuasaan. Semuanya bertekuk lutut tak berdaya di hadapan cinta.
Cinta tak mengikuti aturan.
Kalaupun dikau punya harta tak terbatas. Menjadi salah satu konglomerat teratas. Tak ada yang tak dapat dikau beli. Semuanya sebatas sentuhan jari. Bahkan duniapun ada digenggaman tangan. Sayang! Di hadapan cinta itu semuanya dilecehkan. Kalau dikau semakin punya tak berarti cinta semakin mudah didapat. Cinta tak didapat dengan rayuan harta. Cinta tak dapat dibeli.
Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina. (Kidung Agung 8:7)
Bisa saja dikau punya otoritas untuk untuk menghukum siapa saja. Ada kemampuan untuk menciptakan apa saja. Kuasa untuk mengatur alam semesta. Memerintahkan matahari untutk ‘berhenti’ di tempatnya. Menahan hujan untuk tidak turun tahunan. Membelah laut untuk menjadi jalan. Bahkan membangkitkan orang mati dari kuburan. Tak ada yang terlalu sulit bagimu. Kuasa di langit dan di bumi ada dalam tanganmu. Sayang! Cinta juga tidak tergoda karena dikau punya kuasa. Semuanya dapat diatur oleh kekuasaan. Kecuali cinta!
Malam dengan tiang api. Pagi tersedia ‘Manna.’ Jutaan orang lapar dan dahaga. Sekaliannya terpuaskan. Jalan di padang gurun tandus nan gersang. Sungguh peristiwa yang tak terbayangkan. Dan itu bukan sehari. Tidak setahun. Selama 40 tahun. Allah hadir dan dapat dilihat oleh bangsa Israel. Kuasa-Nya membelah laut Teberau. Aaahhh. Itupun tak cukup untuk membujuk. Merayu. Mengarahkan. Agar mereka percaya dan mengikuti-Nya. Mencintai-Nya.
God’s problem is not that God is not able to do certain things. God’s problem is that God loves. Love complicates the life of God as it complicates every life. (Douglas John Hall, terjemahan bebas: Persoalannya bukan karena Tuhan tidak mampu melakukan beberapa hal. Masalahnya karena Dia mengasihi. Cinta membuat pemahaman tentang Allah menjadi rumit sebagaimana cinta membuat hidup jadi ruwet.)
Mungkinkah? Mengapa dalam setiap bencana. Malapetaka. Nasib sial. Penyakit yang menakutkan. Kehilangan. Tekanan. Keputusasaan. Penderitaan. Fisik maupun bathin. Dia diam??? Mengapa Dia enggan menunjukkan diri? Dan seakan-akan mempersilakan dikau ambil keputusan sendiri.
Aaahhh! Itukah sebabnya? Adam dibiarkan sendirian tanpa pengawasan. Allah seolah pergi. Dia tutup mata. Dia Diam. Mempersilakan dikau tentukan pilihan. Pilihan hati. Pilihan cinta. Cinta seperti itukah yang Dia harapkan? Tanpa paksaan. Tanpa rayuan.
Karena itukah? Dikau bukan robot yang mudah diarahkan. Bukan boneka yang dapat dimain-mainkan. Apalagi ditakut-takuti akan masuk neraka. Ataupun diiming-iming sorga penuh kenikmatan.
Aku tak tahu. Namun, itu yang dirasakan. Bukan? Dapatkah dikau rasakan? Masyaallah! Hati kebas. Tak rasa apa-apa! Astagafirullah. Cintaku baru sekelas ‘ditakut-takuti’ dan sebatas ‘diiming-iming.’ Bagaimana dengan cintamu kawan? (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.
Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM |




