57. ‘A Long Range Plan’

Viewed : 753 views

Sahabat! Kita masih terus berikhtiar memahami ide, gagasan, tujuan, ataupun maksud dibalik penciptaan alam semesta. Terutama penciptaan makhluk hidup, khususnya manusia. Mengapa atau untuk apa manusia diciptakan? Sila simak Pasal 1 & 2 dari Kitab Kejadian! Cobalah pahami kalimat demi kalimat, apa adanya. Siapa tahu misteri keberadaan Saudara dan saya ada dalam ke 2 pasal tersebut.

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (Kejadian 1:1)

Ups! Ternyata, semua makhluk yang ada di langit maupun di bumi baik yang kelihatan maupun tak kelihatan ada mulanya! Jadi, segala sesuatu ada awalnya? Yes! Seluruh makhluk ciptaan ada permulaannya. Tunggu dulu! Kalau ada ‘mulanya’, maka apakah akan ada ‘akhirnya’?  Menurut Saudara bagaimana? Bagaimana dengan ‘kekekalan’ ataupun ‘selama-lamanya’ yang tak ada akhirnya?

Kata ‘pada mulanya’ adalah titik awal perwujudan MAA (Maksud Abadi Allah, Efesus 3:11. Sila baca buku Misteri Romantika Ilahi, artikel nomor 31). Ingat! Allah telah merencanakan MAA tersebut. Dan kemudian rencana itu telah selesai dieksekusi (Efesus 3:11). Dalam versi bahasa Inggris The Message, rencana itu disebut sebagai ‘a long-range plan’ (Efesus 1:10). Lantas? Kita yang hidup ini baru mengalami kenyataan MAA itu dari waktu ke waktu secara progressif menuju kegenapannya.

 Masya Allah! Jadi Allah punya rencana, ya? Yes, a long-range plan. Rencana jangka panjang. Alkitab menyebutnya itu sebagai ‘Rencana Sukarela’ Sang Pencipta (Efesus 1:9). Sukarela? Ya! Karena Dia merencanakan itu tanpa ada desakan dari siapapun. Tak ada tekanan dari manapun. Apalagi karena rayuan ataupun paksaan dari apapun!  Itu murni dan orisinil dari keinginan Sang Khalik sendiri. Kan itu direncanakan sebelum ada segala sesuatu! Karena MAA telah terlaksana maka bagi Dia tak dikenal adanya ‘plan A’ atau ‘plan B’! Tidak ada rencana alternatif!

 Rencana jangka panjang? Demikian panjangnya sampai dibutuhkan sekitar 14.5 milyar tahun sehingga bumi siap dihuni oleh manusia, demikian pendapat scientists. Mengapa ‘bumi’? Ada apa dengan bumi? Adakah peran bumi yang unik dan spesial dalam MAA tersebut? Katanya ada sekitar 1 milyar triliun bintang di alam semesta ini dan matahari adalah salah satu dari bintang tersebut. Betapa tak berartinya bumi di alam jagad raya yang demikian luasnya. Akan tetapi, begitukah pentingnya peran bumi dalam rencana tersebut?

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:2)  

Apa? Roh Allah melayang-layang? Ingatkah kisah nabi Nuh? Ketika itu sang nabi melepaskan burung merpati untuk melihat apakah air bah telah surut (Kejadian 8:8-11). Seperti burung merpati dalam kisah nabi Nuh, apakah Roh Allah juga tengah mencari tempat ‘pijakan’ di bumi yang masih ‘gelap gulita’? Wah! Apakah ini artinya Allah mencari ‘tempat’ hingga sekarang?  Apakah  tempat itu ada di bumi? Menurut Saudara bagaimana? Lalu bagaimana pula hubungannya dengan Burung Merpati yang hinggap di Yesus (Markus 1:10).       

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Image by Wokandapix from Pixabay

Comments

comments