56. ‘Puaslah Hatiku’

Viewed : 869 views

Sahabat! Selama beberapa waktu belakangan ini, kita telah berdiskusi tentang rahasia pribadi Allah. Ini saatnya kita sela, untuk maju selangkah lagi. Ingat! Allah itu sudah cukup dengan diri-NYA sendiri. Ia tak butuh apapun di luar diri-Nya. Ia sudah puas dengan diri-Nya sendiri. Allah itu Sang Pencipta. Jadi, di luar Dia adalah makhluk ciptaan yang keberadaannya bergantung kepada Sang Pencipta.

Pernyataan fenomenal dalam Alkitab: ‘Allah adalah kasih’ (1 Yohohanes 4:8; God is love, NIV). Dia bukan hanya karakternya kasih, tapi Dia-lah Sang Kasih itu. Karakter, atribut-Nya seperti: Maha Kudus, Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Tahu, dll terpancar dari kasih tersebut. Kasih tersebut ‘menguasai’, ‘mengendalikan’, dan ‘menyalurkan’  atribut Allah tersebut. Maksudnya? Begini! Bahasa sederhananya, Allah melakukan atupun mengeksekusi atribut tersebut tak mungkin terlepas dari kasih. Karena, Dia-lah Sang Kasih itu. Karena itu, Allah tak mungkin bertindak di luar jati diri-Nya, kasih (Efesus 1:5)!

Allah, satu-satunya Allah yang benar (Yohanes 17:3). The One and Only True God (terjemahan versi The Message) dalam komunitas Tri Tunggal Yang Maha Kudus. Pada suatu ‘waktu’ dalam keabadian, Dia memutuskan untuk meluaskan persekutuan komunitas tersebut. Dengan mengundang Sahabat dan saya untuk turut serta masuk ke dalamnya (1 Korintus 1:9; 1 Yohanes 1:3). Dalam keabadian. ‘Bisa jelaskan maksudnya? Ooo, begini! Sebelum ada yang namanya ‘waktu.’ Sebelum ada makhluk ciptaan. Sebelum ada segala sesuatu. Yang ada hanya Allah! Dan Dia merencanakan untuk meluaskan persekutuan tersebut. Rencana tersebut disebut rencana sukarela. Karena itu orisinil dari kehendak Allah sendiri (Efesus 1:9).

Rencana itulah yang Alkitab sebut sebagai Maksud Abadi Allah(MAA) dalam Efesus 3:11. MAA itu telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus. Kristus menjadi ‘kunci’ memahami MAA tersebut (Kolese 2:2,3). Maaf, kurang jelas! Begini. Dalam ‘kaca mata’ Allah, rencana tersebut bukan hanya sekedar rencana tapi rencana yang telah terjadi. Telah selesai dieksekusi! Namun, dari ‘kacamata’ makhluk ciptaan. Kita baru mengalami kenyataannya dari waktu ke waktu. Ingat, Dia yang Awal dan Akhir, Alpha dan Omega (Wahyu 22:13).

“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”  (Kejadian 1:26).

Mengapa harus ‘segambar dan serupa’? Apanya yang segambar dan serupa? Apakah hanya dengan demikian kita layak bergabung ke dalam komunitas persekutuan Tritungga itu?

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kejadian 2:24)

Ups! Bersatu dengan istrinya? Ribuan tahun kemudian, rasul Paulus menyingkapkan misteri pernikahan tersebut sebagai lambang hubungan Kristus dengan jemaat! (Efesus 5: 32). Aaahhh. Bisa jadi kisah cinta remaja yang 10 tahun terpisah dalam syair ‘Gereja Tua’ Pambers melukiskan kerinduan hati setiap insan.

Khusunya bait penutup: ‘Bila bertemu puaslah hatiku’. Kita bak seperti remaja tersebut yang terpisah dengan kekasih jiwa, Kristus. Alangkah puasnya kala kita bertemu ‘muka dengan muka’ nanti ‘disana’ (I Yohanes 3:2; 1 Korintus 13:12). Apakah yang dapat memuaskan hati ini? Dunia inipun tidak! Atau Sahabat ada pengalaman lain?

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Image by StockSnap from Pixabay

Comments

comments