Entahlah, aku pun tidak tahu, mengapa begitu? Mengapa YHWH mau mengikatkan diri-NYA dengan manusia melalui sebuah janji? Apa manfaatnya bagi Sang Kuasa untuk berkomitmen kepada makhluk yang penuh dengan cacat cela? Sudah jelas manusia tidak dapat dipercaya—sebentar mengakui salah, lalu kembali berbuat gegabah. Betul saja! Seiring bertambahnya anak-cucu Adam, bumi pun semakin kelam. Kejahatan merajalela,…
Tag: adam
467. Aroma Gaharu
Sejak dari semula, sebelum ada apa-apa, Adam pun belum tercipta. Keinginan hati-NYA agar bumi layaknya di sorga. Kehendak-NYA nyata terwujud di seluruh dunia, pemerintahan-NYA berlaku di seluruh jengkal benua. Tidak ada seincipun lokasi di bumi yang berada di luar otoritas kerajaan-NYA. Adam diberi kehormatan, manusia dipercaya mengemban misi keabadian di alam kelihatan. Kerinduan-NYA berhasil atau…
422. Supernatural Rebellion
Narasi si ular di Taman Eden yang menggoda Hawa, kisah yang sudah begitu familiar di telinga. Bukan hanya bagi mereka yang percaya, namun juga bagi mereka yang menganggap itu hanya sebatas legenda. Walau ada berbagai penafsiran, namun bisa jadi logo Apple yang unik terilhami peristiwa di Eden. Steve Jobs, pendiri Apple, seorang Buddhist Zen yang…
421. Edenic Vision
Perlahan-lahan, Adinda tengah terhanyut dalam narasi epik, kisah besar tujuan penciptaan. Babad tersembunyi, menyatukan dimensi surgawi dengan alam bumi. Saga yang ceritanya kelak menjadikan Adinda sebagai pemeran inti. Bermula dari sebuah keluarga, Adam Hawa. Itu terjadi, tatkala DIA menghadirkan insan di alam 3 dimensi, dunia fisik. Keluarga sebagai tokoh istimewa dalam menghadirkan Kerajaan-NYA di bumi….
393. Eternal Absence
Siapa sangka, adegan sederhana di Taman Sorga menyebabkan alam kematian, realm of dead, menjelma. Bukan hanya di alam fana, di dunia sana pun terkena imbasnya! Pengalaman kematian kini menjadi pengalaman sehari-hari manusia. Begitu pun itu akan kelak di alami si ular yang piawai berdusta (Mazmur 82:7, Yehezkiel 28:8). Betapa dahsyat akibat ketidaktaatan! Sekali salah langkah,…
187. ’Seeing the Unseen!’
Bermula ketika Adam dan Hawa tercipta. Berdua hidup di Taman Eden bak sorga. Mereka hidup di dunia tapi bak nirwana. Tak ada siapa-siapa. Hanya dua insan di seluruh alam semesta. Sejoli saling jatuh cinta. Hidup mesra. Setiap tegor sapa. Saban kedipan mata. Senyuman. Semuanya adalah ungkapan. Hati yang membara dengan cinta. Hari demi hari berlalu….