Cara Mengatasi Tawar Hati

Viewed : 595 views

Amsal 24:10
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Dalam menelusuri hidup ini, banyak bukit untuk didaki, dan banyak lembah untuk dilalui. Saat- saat sulit pernah kita alami. Boleh jadi saat ini sedang kita alami itu. Ke depanpun akan kita alami terus.

Banyak bentuk dan wujud bukit dan lembah untuk dilewati, mungkin dalam bentuk masalah keluarga, kesehatan, karir, usaha, hubungan dengan orang lain, dan sebagainya.

Masa-masa sulit tidak untuk dihindari, tetapi harus dihadapi. Untuk itu butuh kekuatan. Kekuatan dapat hilang dan kita serasa tidak berdaya bila tawar hati.

Tawar hati muncul berbentuk perasaan yang ada di hati dan pikiran kita. Musuh berat sering bukanlah masalah yang harus kita hadapi, tetapi musuh berat kita adalah diri sendiri yang penuh rasa was-was, khawatir dan ketakutan dalam menghadapi masalah.

Masalah akan selalu ada. Tak pernah habis. Kitalah yang harus siap. Jalan keluar terbaik adalah yakin dan percaya kepada Tuhan.

Di tengah pergumulan, jika kita yakin dan percaya kepada-Nya, maka:
•⁠ ⁠Tuhan akan menguatkan kita.
•⁠ ⁠Tuhan memberi semangat baru.
•⁠ ⁠Tuhan memberi hikmat dan cara untuk kita dapat menghadapi dan memecahkan masalah.
•⁠ ⁠Tuhan akan membuat masalah kita menjadi lebih ringan untuk dihadapi. Ibarat kita harus mengangkat besi, dimensinya mungkin tidak berubah, tapi seakan dibuat Tuhan massa jenisnya mengecil, atau gaya gravitasinya disesuaikan dengan kemampuan kita. Tuhan lebih dari mampu melakukannya.

Sebab itu, mari kita tetap dekatkan hati kita kepada-Nya. Hidup di dalam Kristus menjadi jaminan bagi kita untuk tidak sesak nafas menjalani hidup yang serba rumit ini.

Mari kita hafalkan dan yakini: Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. (Amsal 24:10)

Amsal 3:5-6
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita selama-lamanya. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Llama 4 on Meta AI

Comments

comments