2 Korintus 4:1
Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
Tawar hati dapat diartikan sebagai hati yang tidak bersemangat, mati rasa, tidak hangat, perasaan lesu, dan sebagainya.
Tawar hati dapat dirasakan oleh semua orang. Dapat terjadi kapan saja. Penyebabnya beragam, misalnya karena merasa apa yang diharapkan tak kunjung datang, penyakit, hubungan dengan orang tidak harmonis, tempramen dan suasana hati tidak stabil, kecewa disakiti orang, penghasilan kurang, tidak diakui, disepelekan, dilupakan, merasa direndahkan, merasa tak dihormati, kepahitan, kelelahan, dan sebagainya.
Bagaimana kondisi kita saat ini?
Sedang tawar hatikah kita?, mengapa?
Dengan alasan tertentu, adalah manusiawi kita berada dalam suasana tawar hati. Tetapi kita diajak untuk bangkit dari suasana tawar hati. Kita kembali bersemangat bekerja dan melayani
Rasul Paulus dimampukan semangat dan antusias melayani karena keyakinannya bahwa melayani merupakan kemurahan Allah baginya. Rasul Paulus tetap setia mengabdi kepada Tuhan hingga garis akhir.
Bagaimana dengan kita?
Seandainya rasul Paulus berada di antara kita, dia akan mengulangi ucapannya untuk berkata kepada kita,”Ayo bangkit… bangkit dan semangat!”_
Selamat beraktivitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




