Tidak Tawar Hati

Viewed : 1,653 views

RENUNGAN
2 Korintus 4:1
Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

Tawar hati adalah hal yang sering membuat kita bekerja atau melayani setengah-setengah… tidak semangat. Kita tidak melakukan apa yang terbaik. Tidak maksimal berbuat.

Penyebab tawar hati banyak.
Mungkin karena keletihan fisik.
Mungkin karena merasa apa yang kita lakukan tidak dihargai.
Mungkin karena merasa jenuh.
Mungkin karena merasa apa yang dilakukan tidak sebaik apa yang orang lakukan.
Mungkin karena pangkat kita tidak naik-naik.
Mungkin hasil usaha kita tidak sesuai harapan.
Mungkin karena upah kita kecil.
Ada banyak kemungkinan lain.

Rasul Paulus mengatakan bahwa apa yang dia lakukan dalam pelayanannya, itu dia terima dari Allah. Itu semua karena kemurahan Allah. Itulah yang membuat dia tetap antusias dan bergairah melakukannya. Dia tidak tawar hati. Semua dari Tuhan dan untuk Tuhan.

Apa yang sedang kita kerjakan?
Bagaimana bentuk pelayanan kita saat ini?
Berapa penghasilan kita?
Apa kata orang tentang apa yang sedang kita lakoni?
Semua itu tidak mempengaruhi kualitas pekerjaan dan pelayanan kita, bila kita sadari bahwa itu semua dari Tuhan. Tuhan mempercayakannya kepada kita.

Penilai dan Juri utama atas hidup kita adalah Allah. Oleh karena itu sebetulnya kualitas pekerjaan dan mutu hidup kita mestinya tetap terjaga dan baik adanya. Kita tetap bersemangat dan tidak tawar hati. Mutu hidup kita tidak sekedar diletakkan atas dasar apa kata orang.
Apa kata Tuhan tentang kita itulah yang utama.

Selamat bekerja.
Selamat belajar.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments