Jangan Tawar Hati

Viewed : 3,662 views

Amsal 24:10
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Pengalaman ketika akan berjalan kaki melewati sebuah ketinggian… tubuh terasa lemas. Muncul perasaan kuatir. Takut tidak mampu. Nafas rasanya satu-satu ke luar ngos-ngosan. Padahal belum dijalani. Sudah jatuh mental duluan. Dada terasa sesak. Tubuh menggigil disertai keringat dingin.

Begitulah kita menelusuri hidup ini. Banyak bukit untuk dinaiki dan lembah untuk dilalui. Masa-masa sesak dan saat- saat sulit pasti pernah kita alami. Bahkan mungkin saat ini sedang kita alami itu. Ke depanpun akan kita alami.

Wujud bukit dan lembah kesesakan mungkin dalam bentuk masalah keluarga, kesehatan, karir, usaha, hubungan dengan orang lain, pelajaran, dan sebagainya.

Masa-masa sulit dan sesak tidak mungkin dihindari, tapi harus kita dihadapi. Untuk itu perlu kekuatan. Kekuatan itu dapat hilang dan kita tidak berdaya bila kita tawar hati.

Tawar hati merupakan perasaan yang ada di hati dan pikiran kita.

Musuh berat kita terkadang bukanlah masalah yang harus kita hadapi, tetapi musuh berat kita adalah diri sendiri yang penuh khawatir dan ketakutan menghadapi masalah.

Masalah akan selalu ada… tak pernah habis. Untuk itu diri kitalah yang harus siap. Jalan keluar terbaik adalah yakin dan percaya kepada Tuhan.

Paling tidak… ada tiga hal yang akan Tuhan lakukan jika kita yakin dan percaya kepada-Nya…
• Yang pertama adalah: Dia akan menguatkan kita, Dia akan memberi semangat baru.
• Yang kedua adalah: Tuhan akan memberi hikmat dan cara serta kiat untuk menghadapi dan memecahkan masalah.
• Yang ketiga adalah: Tuhan akan terlibat membuat objek masalah kita menjadi lebih ringan untuk dihadapi. Ibarat kita harus mengangkat besi, dimensinya mungkin tak berubah, tapi seolah massa jenisnya dibuat Tuhan mengecil, atau gaya gravitasinya disesuaikan dengan kemampuan kita. Ini tidak masalah bagi Tuhan.

Sahabat…, mari kita tetap erat, dekat dan melekat di dalam Kristus. Hidup kita di dalam Yesus menjadi jaminan kita untuk tidak sesak nafas menjalani hidup yang serba rumit ini.

Selamat berlibur.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita selama-lamanya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments