461. Disembodied Spirits!

Viewed : 319 views

Kedudukan drama Kejadian 6:1-4 tak kalah pentingnya dari peristiwa kejatuhan Adam Hawa bagi keseluruhan narasi Alkitab. Kisah pemberontakan makhluk non-fisik menyebabkan keseimbangan dunia ciptaan tergoncang. Keharmonisan relasi alam 3-dimensi dengan alam non-fisik goyang. Tindakan para malaikat mengambil langkah lancang mengakibatkan batas alam bumi dengan lingkungan sorgawi malang-melintang.

Jika ketidaktaatan Adam Hawa mengakibatkan kerusakan dalam batin, di dalam diri, berbeda dengan tindakan sembrono anak-anak Allah. Sikap di luar komando mengakibatkan pemicu manusia semakin menjadi makhluk biadab. Kecenderungan hati semata-mata berbuat jahat sehingga pemusnahan total menjadi satu-satunya jalan yang tepat (Kejadian 6:5).

Akibat menembus batas larangan yang ditentukan YHWH, tampillah keturunan manusia setengah dewa, niphilim, raksasa. Niphilim bukan manusia biasa seperti layaknya keturunan Adam, namun keturunan hibrid, titisan dari unsur alam sana dengan benih bumi. Persilangan benih ini mengakibatkan batas ke dua alam kabur yang ujung-ujungnya terjadilah anomali di alam kubur.

Dan sekarang, para raksasa yang lahir dari roh dan daging akan disebut roh-roh jahat di bumi, dan di bumi akan menjadi tempat kediaman mereka. Roh-roh jahat berasal dari tubuh mereka; karena mereka dilahirkan dari manusia, tetapi asal-usul mereka adalah dari para Watchers yang kudus; mereka akan menjadi roh-roh jahat di bumi, dan demikianlah mereka akan disebut. (1 Enoch 15:8,9)

Literatur dari intertestamental period menyebutkan bahwa Niphilim dan keturunannya yang mati, rohnya gentayangan. Berbeda dengan keturunan Adam (Kejadian 3: 19), jasad mereka tidak bisa diterima bumi, karena bukan berasal dari debu, namun juga ditolak alam sana karena ada unsur bumi! Mereka menjadi disembodied spirits yang kian kemari keliling dunia mencari tempat untuk diduduki.

…sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kejadian 3:19)

Roh-roh ini kelak dikenal sebagai roh-roh jahat yang gentayangan di muka bumi. Mereka mencari tempat kediaman dan dengan berbagai cara mengajak umat manusia untuk melawan YHWH. Termasuk juga mengajarkan berbagai forbidden knowledge seperti yang dilakukan bapa leluhurnya.

Perjanjian Lama seakan-akan tutup mulut, tidak ada penjelasan sama sekali dari mana asal-usul roh-roh jahat! Tidak ditemukan narasi purba sejenis sebelum era Adam Hawa yang mengindikasikan adanya malaikat menyimpang yang akhirnya menjadi roh-roh jahat.

Untuk anak-anak Allah yang memberontak dalam Kejadian 6:1-4, nasib mereka telah jelas. Malaikat-malaikat yang melewati batas kekuasaan telah dan sedang dipenjara di gua-gua gelap nan dalam hingga tidak lagi bisa macam-macam (2 Petrus 2:4; Yudas 1:6). Riwayat mereka sudah tamat, tinggal menunggu tibanya hari penghakiman.

Perjanjian Baru (PB) juga ambil sikap diam, manakala ditanyakan dari mana asal usul roh jahat. Namun demikian, PB kelihatannya sependapat dengan sumber-sumber dari literatur second temple period tentang prilaku disembodied spirits tersebut.

Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. (Matius 8:16)

Kitab Injil, Kisah Para Rasul, maupun surat-surat Rasul Paulus bertebaran prilaku roh-roh jahat yang gentayangan kian kemari untuk mencari tempat untuk bisa dimasuki! Kerasukan menjadi istilah populernya untuk peristiwa kemasukan roh jahat ini.

Pembaca yang budiman! Tidaklah omon-omon, kalau rasul Paulus mengingatkan kalau musuh utama daku dan dikau bukanlah melawan darah dan daging, melainkan ‘..melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6:12) .

Taktik paling liciknya adalah membuat peradaban modern meragukan keberadaannya. Tipu muslihat ini semakin menjadi-jadi. Jika roh-roh gentayangan dianggap tidak ada, bagaimana mungkin Puan dan Tuan dapat melawannya?

Kini, kita hidup di era di mana disembodied spirits berkeliaran tanpa kendala. Isu-isu sosial kemasyarakatan semakin pelik. Agama pun semakin tidak dilirik. Di tengah kegelapan ini, hanya pengikut Mesias yang menjadi harapan terakhir untuk menyelamatkan bangsa-bangsa.

Saatnya, daku dan dikau ambil peran. Jangan tinggal diam dan merasa semua akan aman-aman! Sejatinya, peranmu tidak ada yang dapat menggantikan! Ayo, jangan berpangku tangan. (nsm).

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments