456. Forbidden Knowledge

Viewed : 174 views

Kemiripan kisah Kejadian 6:1-4 dengan 1 Enoch dan tradisi kuno Mesopotamia tidaklah kebetulan. Bisa jadi mereka saling kait-mengkait bahkan saling melengkapi ataupun saling mengkritisi. Mungkinkah pemahaman akan lebih lengkap, apa sesungguhnya yang terjadi di bagian kitab Kejadian itu, jika dikaitkan dengan ke dua sumber tersebut?

Walau 1 Enoch dianggap sebagai ekstra biblikal oleh umumnya gereja (kecuali gereja Ortodoks Ethopia yang menganggap sebagai bagian dari kanonisasi Alkitab), kontennya dianggap sangat mempengaruhi cara pandang Yudaisme tentang drama anak-anak Allah yang mbalelo. Bagi orang Israel yang melek huruf di era peralihan Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, drama Kejadian 6:1-4 secara otomatis akan dilihat dalam bingkai 1 Enoch.

Berbeda dengan daku dan mungkin juga dikau, tatkala membaca Kejadian 6:1-4 akan kehilangan latarbelakangnya. Seakan-akan narasi itu hadir begitu saja tanpa ada penjelasan yang cukup. Sayangnya, Alkitab seperti jual mahal dalam menyediakan informasi tentang konteks bagaimana drama itu terjadi. Ataukah pembaca dianggap sudah maklum apa yang ingin disampaikan?

Tema utama drama anak-anak langit, meminjam istilah dari 1 Enoch 6:2, yang keluar dari garis komando YHWH yang dikisahkan dalam 1 Enoch sepertinya penjelasan lebih panjang dari versi drama yang sama dalam kitab Kejadian 6:1-4. Kisah pararel di kedua sumber tersebut tidak mungkin diabaikan.

Secara kronologis, kitab Kejadian terlebih dulu ditulis dari pada 1 Enoch. Mungkinkah 1 Enoch merupakan usaha para imam Yahudi penulis kitab suci untuk menjelaskan lebih detail apa yang terjadi sebelum air bah? Dengan kata lain, 1 Enoch terinspirasi dengan drama anak-anak Allah dalam Kejadian 6, namun melengkapi peristiwa tersebut dengan penjelasan lebih rinci dan mendalam.

Shemihazah, panglima pemberontak beserta belasan jendral lainnya tergoda untuk meninggalkan batas-batas kekuasaan mereka. Mereka dengan sadar dan sepakat mengikat janji satu sama yang lain untuk melawan YHWH dan turun ke bumi, di gunung Hermon, untuk cohabitation dengan manusia (1 Enoch 6:3, 6).

Dan mereka mengambil istri bagi diri mereka masing-masing, dan mereka memilih salah satu dari mereka, dan mereka mulai masuk kepada mereka dan bercampur dengan mereka, serta mengajari mereka ilmu-ilmu tertentu. (1 Enoch 7:1)

Percampuran ini bukan hanya membuahkan generasi anomali, Nephilim, namun juga para malaikat mengajarkan ilmu-ilmu yang terlarang, forbidden knowledge! Pengetahuan ini akhirnya membentuk peradaban sebelum datangnya air bah. Peradaban yang membuat Sang Pencipta kecewa berat menciptakan manusia (Kejadian 6:5,6).

Para jenderal itu mengajarkan ilmu-ilmu yang dianggap dilarang YHWH. Mereka mewariskan ilmu mengelola besi yang dijadikan senjata, ilmu-ilmu klenik, ilmu perbintangan, hingga yang berkaitan dengan daya tarik sensual (1 Enoch 8:1-3).

Tentu dapat dipahami, Alkitab tidak menghalangi perkembangan teknologi. Namun, fakta bahwa ilmu itu diajarkan oleh malaikat yang memberontak dan bukan oleh YHWH, pembaca sudah dapat menebak hasil akhirnya. Semakin berkembang teknologi, semakin peradaban meninggalkan Sang Pencipta untuk akhirnya semakin efektif saling membinasakan.

… bahwa kehancuran mereka telah terjadi, karena mereka telah mempelajari semua rahasia para malaikat, dan semua kekerasan setan, dan semua kekuatan mereka – yang paling rahasia – … dan kekuatan ilmu sihir, (1 Enoch 65:6)

1 Enoch bercerita lebih jauh tentang forbidden knowledge. Jadi, bukan saja si ular dan anak-anak Allah yang memberontak menggoda agar manusia melawan YHWH, namun juga mereka mengajari ilmu-ilmu tabu untuk akhirnya lebih cepat secara masal manusia saling membinasakan.

Ribuan tahun silam, sudah diingatkan akan akibat perkembangan ilmu
pengetahuan. Bak pedang bermata dua, jika itu ada di tangan mereka yang takut akan DIA, maka teknologi sangat berguna bagi sesama. Sebaliknya! Namun, kalau teknologi ada di tangan yang berambisi setara dengan DIA, kehancuran peradaban sudah di depan mata.

Kalau begitu adanya, menurut Tuan dan Puan, ke manakah kira-kira arah perkembangan teknologi robot maupun artificial intelligence di masa depan? (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments