447. Extra-Terrestrial

Viewed : 190 views

Setali tiga uang dengan kitab-kitab Perjanjian Lama (PL), penampakkan makhluk dari dimensi maya dalam ujud manusia lumrah juga dijumpai di kitab-kitab Perjanjian Baru (PB). Bagi pembaca di era itu, narasi kehadiran makhluk dari lain dimensi bukanlah sesuatu yang tidak wajar.

Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. (Markus 1:13)

Setelah dicobai Iblis, malaikat -malaikat melayani Yesus (Markus 1:13). Tentu drama ini dapat lebih nyata jika malaikat tersebut dimengerti dalam ujud jasmaniah, corporeal, dari pada DIA dilayani oleh makhluk yang melayang-layang tak menginjakkan kaki di bumi.

Begitupun tatkala Maria Magdalena dan rombongan terkejut melihat kuburan kosong, lantas terdengar suara “Janganlah kamu takut;” kata malaikat yang duduk di atas batu penutp kuburan (Matius 28:5). Secara ilmu Fisika, apa yang didengar tentu terjadi dari gelombang suara yang sampai ke telinga mereka, seperti Adinda dapat mendengarkan sorakan penonton pertandingan tujuhbelasan.

Demikian pula dengan adegan pemunculan malaikat di hadapan Zakharia kala dia melaksanakan tugas sebagai imam di Bait Allah (Lukas 1:11-21). Penampakan malaikat dalam ujud manusia dan dialog yang terjadi, layaknya komunikasi sesama insan. Tidak berbeda dengan drama yang dialami perawan Maria waktu malaikat menyampaikan kabar gembira (Lukas 1: 26-28).

Dalam PB, malaikat juga digambar dapat membuka pintu penjara sehingga rasul-rasul yang sebelumnya ditahan dapat bebas merdeka (Kisah Para Rasul 5:17-19). Begitu pula malaikat membangunkan Petrus dari tidurnya untuk segera ke luar dari penjara (Kisah Para Rasul 12:7). Menariknya, rasul Petrus sepertinya masih belum sadar sehingga dia menganggap ini hanya sebuah penglihatan bukan kejadian nyata (ayat 9).

Jadi, narasi makhluk adikodrati dapat mewujudkan diri dalam bentuk fisik secara jasmani merupakan kisah-kisah nyata sepanjang Alkitab. Walau mungkin peristiwanya sulit dicerna bagi telinga masyarakat modern, namun ceritanya terlihat ditulis apa adanya.

Tidak ada kesan sama sekali adegan perjumpaan tersebut seperti dibuat-buat ataupun dilebih-lebihkan, apalagi didramatisasi agar narasinya lebih mengesankan. Sebaliknya, jika Adinda membaca kisahnya, jelaslah peristiwa itu sungguh -sungguh pengalaman nyata yang bersangkutan. Sebagian perjumpaan dengan makhluk antar dimensi tersebut disertai dengan rasa takjuk hingga takut!

Mungkinkah pertemuan antar dimensi tersebut bagi Adinda yang hidup di era segala sesuatu perlu bukti nan serba rasional, dapat dikatagorikan sebagai peristiwa perjumpaan extra-terrestrial (E.T)? Pengalaman bersua dengan makhluk dari luar bumi, layaknya kunjungan alien ke dimensi sini.

Beberapa dekade yang lalu, terutama di era ‘perang dingin,’ isu pertemuan dengan alien ramai diperbincangkan. Terutama karena pengakuan mereka yang melihat UFO (Unidentified Flying Object), bahkan dapat berinteraksi dengan awaknya! Sebagian mengaku mengalami pelecehkan secara seksual.

Sejarah awal penampakan UFO yang terkenal terjadi di tahun 1947. Sejak saat itu, penampakan fenomena UFO meningkat, bahkan angkatan udara US membentuk proyek khusus untuk menyelidiki laporan-laporan sejenis, yang dikenal sebagai Project Sign.

Namun sayangnya, hingga kini keberadaan makhluk cerdas dari luar bumi, alien, masih belum juga dapat dibuktikan secara ilmiah keberadaannya. Sebaliknya, ditemukan fakta bahwa banyak kesaksian tentang penampakan UFO hanyalah fenomena atmosfer aneh ataupun manipulasi kamera.

Walaupun begitu, dugaan keberadaan UFO telah menjadi subjek diskusi dan spekulasi selama beberapa dekade bahkan hingga kini. Diyakini bahwa beberapa dari objek tersebut mungkin adalah pesawat luar angkasa dari peradaban alien, yang hanya tinggal menunggu waktu sebelum masyarakat awam dapat bertemu.

Mungkinkah Alkitab lebih maju dalam menginformasikan keberadaan extraterrestrial, makhluk cerdas dari luar dimensi bumi? Kalo yang lain masih dalam taraf duga-menduga, Alkitab sudah ke tingkat menyampaikan berita berdasarkan pengalaman nyata. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments