Tidurlah..
Malam terlalu malam
Tidurlah..
Pagi terlalu pagi
Lantunan lagu dari group band Payung Teduh ini sesekali menemaniku menyusuri jalanan Denpasar. Terkadang di jam 00.00 atau 01.00 WITA. Loh, ngapain jam segini jalan?
Dengan profesi yang kami jalani sekarang dan jam kerja yang terlalu fleksibel, jadinya jam segini masih bertugas untuk mengantar roti π . Menyusuri jalanan dari Selatan ke arah Barat.
Jalanan yang tidak pernah sepi. Berbanding terbalik dengan lantunan lagu tadi. Banyak orang yang ‘lupa untuk tidur’. Selalu saja ada orang melintas dan berlalu lalang. Ada banyak juga para pejuang rupiah yang masih bergerilya melawan rasa ngantuk. Pejuang rupiah yang paling mendominasi buka adalah warung kelontong Madura. Kadang aku menyebut mereka lupa cara menutup warung, karena buka terus sepanjang 24 jam π . Tidak mau ketinggalan tukang nasi goreng, warung lalapan, ayam geprek, jagung dan kacang rebus, nasi jinggo, aksesoris handphone, dan lainnya. Bahkan ada satu bakery masih bertahan buka lewat dari jam 01.00.
Aku sering cerita ke Ribka tentang situasi perjalanan ini dan pernah terlontar kata dariku “Apa mereka gak ngantuk semua ya masih saja bekerja di jam yang sangat enak untuk tidur?” Dan jawaban Ribka, “Kam gak nanya ke dirindu sendiri?” π
Sangat bersyukur bisa melihat berbagai aktifitas di jam segini. Melihat tentang sisi lain bekerja keras. Semua pasti punya langkah yang pasti dan tujuan yang jelas, sehingga mengambil peran seperti itu. Begitu juga dengan kami. Masa perintisan usaha yang ‘memaksa’ kami untuk lebih bekerja keras. Kerja keras yang semakin kami nikmati alurnya π.
Dalam dokumenter terbaru David Beckham yang tayang di Netflix, aku mengutip perkataannya. “I saw my mum and dad working hard every day. Till 11 o’clock at night, 12 o’clock at night. I knew the only way to be a professional footballer was to work hard.” Artinya apa bang Messi? π€£#candaβοΈ
David Beckam memang pantas dijadikan seorang legenda dalam sepakbola. Perjalanan karirnya yang sering membuat banyak orang berdecak kagum. Legenda sepakbola ini juga mengakui bahwa harus bekerja keras untuk mencapai tujuannya menjadi pesepakbola yang sukses. Dan poin utamanya adalah karena dia melihat teladan kerja keras dari orang tuanya.
Ternyata kerja keras ini tidak bisa dianggap hal yang sepele. Kerja keras bisa juga berdampak yang luar biasa dan dapat diwariskan juga.
Kami berharap kelak Blessa melihat kerja keras kami dan memotivasinya untuk mencapai tujuan yang dia senangi. Entah apapun profesi yang akan dia ambil, yang terpenting nilai tentang kerja keras ini dapat dimengerti dan dilakukannya.
Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Tuhan memberkati
Denpasar, 111123
![]() |
Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami. |
Photo by Nova Kusady on Unsplash



