Sulit membayangkan, Sang Maha Kuasa merelakan keberhasilan rencana-NYA di bumi di pundak sejoli yang rentan. Hanya dengan berpedoman kepada kemampuan alamiah beranak pinak serta tekad mendiami seluruh muka bumi, terlaksanalah rencna-NYA di seluruh negeri.
Mungkinkah dengan keturunan berlipatganda dan usaha meluaskan Taman Sorga secara alamiah akan terwujud bersamaan? Bukankah bertambahnya jumlah penduduk akan juga mendesak kebutuhan lahan alias harus memperluasan Taman?
“Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, (Kejadian 1:28)
Jika demikian, usaha meluaskan taman itu kelihatannya bukankah menjadi ringan? Terjadi dengan sendirinya, sejauh Adam Hawa berlipatganda. Keturunan bertambah banyak, kebutuhan lahan berlipat-lipat. Taman Sorga menjadi sempit, rumah berimpit-impit. Secara naluriah Taman Eden akan meluas sedikit demi sedikit hingga melingkupi seantero lembah dan bukit.
Dengan demikian, kehadiran keturunan Adam identik dengan terwujudnya Taman Eden. Di mana keturunan ada di situ pula suasana sorga nyata. Dengan memenuhi muka bumi, bukankah itu berarti juga menghadirkan sorga di bumi? Bertambahnya jumlah keturunan Adam semakin cepat pula kehendak-NYA jadi.
Taman Eden laksana tempat berpijiak di bumi, pilihan tempat DIA berdomisili. Di Taman Sorga, layaknya DIA senang berjalan-jalan di sejuknya pagi hari. Dari begitu luasnya alam semesta, dan tidak seberapanya bumi, DIA pilih mula-mula Taman Eden sebagai lokasi berdiam bersama manusia pertama di muka bumi.
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, (Kejadian 3:8)
Tak tahu mengapa, namun DIA mengekspresikan diri bak manusia biasa kala bertemu dengan Adam Hawa di Taman Sorga. Semacam di rumah sendiri, DIA berjalan-jalan kian kemari. Ooo Taman Eden, ooo Taman Sorga, taman istimewa. Lokasi di bumi yang luasnya tidak seberapa, namun istimewa karena Sang Kuasa betah tinggal di sana.
Di mana DIA berada, disitulah pemerintahan-NYA berkuasa. Sang Raja berkehendak aturan dan ketetapan-NYA berlaku di seluruh dunia. Kerajaan Sorga melingkupi seluruh benua. Itulah maksud dari awal Adam Hawa tercipta, agar Kerajaan-NYA melingkupi seluruh dunia.
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. (Matius 6:10)
Rencna semesta ini bermula dari sejolli, Adam Hawa, berlipatganda hingga generasi ke generasi yang akan menduduki bumi. Di mana keturunan Adam berada, disitu pulalah hadir Kerajaan-NYA, sehingga genaplah apa yang diidamkam-NYA sejak sebelum ada jagad raya, kaya sorga begitulah dunia.
Begitu percayanyakah DIA sehingga mempertaruhkan kredibilitas-NYA di tangan Adam Hawa? Kehendak-NYA digantungkan ke pundak manusia pertama. Keberhasilan perluasaan Taman Sorga di dunia, DIA relakan kepada kesuksesan misi sejoli nan belia!
Dan hasilnya? Daku dan dikau, begitu juga Puan dan Tuan, sudah maklum semua.
Taman sorga telah sirna entah ke mana. Tempat DIA perpijak, telah terangkat dari muka bumi. Alih-alih Kerajaan Sorga, kerajaan yang lain dengan cepat mengambil alih tempat. Bukan semerbak aroma sorga, melaikan bau anyir darah yang meluas ke seluruh dunia.
Gagalkah kehendak-NYA di bumi?
Kehendak hati-NYA untuk meluaskan kehadiran-NYA hingga melengkupi seluruh negeri. Mulai dari Taman Eden hingga meluas inci demi inci hingga juga kelak tiba di Ibu Pertiwi. Itu tidak terhenti! Sebagai dahulu begitu juga kini, DIA tetap kepada rencana yang asli.
Jika semula Eden dipilih sebagai lokasi, sekarang DIA rindu Adinda sebagai tempat domisili ilahi (Efesus2:21,22). Ada apa dengan Adinda? Sampai-sampai Sang Pencipta tidak segan-segan melibatkan daku dan dikau untuk mengambil alih peran Taman Sorga. Sekarang kredibiltas-NYA ada di pundak Puan dan Tuan! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM |
